wartajatim.CO.ID – Aksi demonstrasi yang memanas di kawasan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Senin, 25 September 2025 berdampak langsung pada perjalanan kereta rel listrik (KRL).
Imbas kericuhan, operasional KRL ke arah Stasiun Palmerah harus dibatasi demi alasan keamanan.
Informasi tersebut dikonfirmasi melalui akun resmi KAI Commuter @CommuterLine di X (Twitter).
Baca Juga: Ketua Komisi XI DPR Soal Tunjangan Rumah Rp50 Juta: Angkanya Ditentukan Menkeu, Kami Hanya Menerima
Dalam unggahannya sekitar pukul 16.00 WIB, KAI Commuter mengimbau penumpang tujuan Serpong, Parung Panjang, maupun Rangkasbitung untuk mengantisipasi kepadatan akses di sekitar Palmerah.
“Sebagai alternatif pengguna jasa Commuter Line kami imbau agar dapat menggunakan stasiun lain yang terdekat seperti Kebayoran atau Tanah Abang. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” tulis KAI Commuter.
Gangguan tersebut terjadi lantaran sejumlah massa aksi dilaporkan masuk ke lintasan kereta untuk mengambil batu di area rel.
Akibatnya, perjalanan kereta dari arah Rangkasbitung menuju Tanah Abang sempat terhenti di Stasiun Pondok Ranji selama hampir 20 menit pada pukul 16.37 WIB.
Baca Juga: Demo Buruh di DPR 28 Agustus: Said Iqbal Tegaskan Tak Harus Bertemu DPR, Siapkan Mogok Nasional
Setelah kembali beroperasi, kereta hanya melayani perjalanan hingga Stasiun Kebayoran sebelum diputar kembali ke arah Rangkasbitung.
Situasi juga berdampak pada lintas Tanah Abang–Rangkasbitung PP. KAI Commuter menyebut layanan masih tertahan menunggu kondisi aman karena kerumunan massa yang memenuhi perlintasan kereta api di kawasan Gedung DPR.
“Saat ini perjalanan Commuter Line lintas Tanah Abang-Rangkasbitung PP masih menunggu aman untuk diberangkatkan imbas terdapat kerumunan massa yang berkumpul di perlintasan kereta api saat aksi penyampaian pendapat di Gedung DPR,” tulis KAI Commuter dalam unggahan terpisah pukul 16.16 WIB.
Artikel Terkait
Ramai Isu Gaji DPR Rp100 Juta, Puan Maharani Tegaskan Hanya Kompensasi Rumah Jabatan
Ketum KSPI Bongkar Jurang Kesenjangan Upah: Buruh Rp20 Ribu per Hari, DPR Rp3 Juta
Di Depan DPR, Wamendagri Bima Arya Tegaskan PBB-P2 Jadi Primadona PAD Daerah
PCO Soal Demo Ricuh di DPR: Bebas Berpendapat Boleh, Tapi Jangan Merusak
Komdigi Panggil TikTok dan Meta, Soroti Disinformasi Pemicu Ricuh Demo DPR
Prabowo Dorong DPR dan Pemerintah Buka Dialog dengan Tokoh Masyarakat dan Mahasiswa
Curhat Perdana Dirut Baru KAI ke DPR, Bobby Rasyidin: Dari Pertahanan Kini Urus Transportasi Publik