Baca Juga: Pemkab Bangkalan Tindaklanjuti Arahan Pemerintah Audit Bangunan Ponpes demi Keamanan Santri
“Tujuannya memang baik, untuk membantu. Tapi kalau menimbulkan polemik, kan kasihan juga pesantrennya,” ujarnya.
“Itu niat baik dari Kementerian PU, tapi harus dilakukan dengan cara yang baik supaya tidak menimbulkan polemik,” tambahnya.
Publik Tunggu Tindak Lanjut
Kasus ini menjadi cerminan pentingnya pengawasan dalam pembangunan infrastruktur, terutama di lingkungan pendidikan keagamaan.
Baca Juga: Kisah Nyata di Balik Tragedi Ponpes Al Khoziny: Salat di Bawah Puing hingga Sadar Setelah Tiga Hari
Tragedi tersebut membuka ruang diskusi tentang sejauh mana negara bertanggung jawab terhadap lembaga pendidikan berbasis agama, khususnya ketika menyangkut penggunaan dana publik.
Kini publik menanti langkah konkret pemerintah dalam memastikan pembangunan ulang Ponpes Al-Khoziny berjalan transparan, sesuai aturan, dan berlandaskan rasa keadilan bagi masyarakat luas.
(HCY)
Artikel Terkait
Tangis dan Harapan di Balik Reruntuhan Ponpes Al Khoziny: Tragedi ‘Pancake Collapse’ yang Menggetarkan Sidoarjo
37 Santri Tewas, Mobil Mercy Hitam Ditemukan di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
49 Korban Tewas di Ponpes Al Khoziny, Presiden Prabowo Instruksikan Evaluasi Nasional Bangunan Pesantren
Tragedi Ponpes Al Khoziny: 65 Korban Tewas, 17 Teridentifikasi — Polisi Tunggu BNPB Sebelum Tindak Hukum
9 Hari Evakuasi Ponpes Al Khoziny: 67 Santri Tewas, Polda Jatim Siapkan Langkah Hukum
AHY dan Menag Gerak Cepat Usai Musala Ponpes Al Khoziny Ambruk, Ungkap Fakta Izin Bangunan Miris