“Kami ingin tahu grand strategy Pak Purbaya seperti apa. Itu yang akan menjadi tolok ukur rakyat dalam menilai kinerja pemerintah,” ujarnya.
Sebelumnya, Menkeu Purbaya sempat menegaskan niatnya untuk mengambil alih dana MBG yang tidak terserap hingga akhir tahun. Ia menyebut langkah itu sebagai upaya efisiensi agar dana negara tidak mengendap.
“Kalau nggak dipakai, ya diambil. Uangnya saya sebarkan ke tempat lain yang lebih siap,” ucap Purbaya saat ditemui di Balai Kota Jakarta (7/10/2025).
Baca Juga: Mahfud MD Puji Langkah Berani Menkeu Purbaya: Tak Naikkan Pajak dan Tegas Berantas Korupsi
Meski sempat diingatkan oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, Purbaya tetap bersikeras akan mengevaluasi hingga akhir Oktober sebelum memutuskan.
Polemik ini menunjukkan perlunya kehati-hatian dalam komunikasi politik pejabat negara, terutama di tengah proses penyusunan APBN yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.
Sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci agar kebijakan fiskal tidak hanya kuat di atas kertas, tetapi juga berpihak pada rakyat.
(FN)
Artikel Terkait
Rekam Jejak Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Engineer Schlumberger, Ekonom Danareksa, hingga Jadi Menteri Keuangan RI
Pro Kontra Cukai Rokok 2026, Purbaya: “Mendingan Hidupin Industri Kita, Jangan yang Ilegal”
Gebrakan Baru Menkeu Purbaya: Janji Lunasi Rp55 Triliun, Tegur BUMN, dan Sidak Bank Pelat Merah
Rp200 Triliun Mengalir ke Bank Himbara, Gebrakan Purbaya Disebut Berbeda Jauh dari Sri Mulyani Menurut Ekonom Senior
Purbaya Pangkas DBH Jakarta Rp15 Triliun, Pramono Anung Legawa dan Siapkan Strategi Efisiensi