• Sabtu, 18 April 2026

Isu Utang Whoosh Rp116 Triliun Heboh, Luhut: “Restrukturisasi Saja, Bukan APBN”

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Rabu, 22 Oktober 2025 | 13:07 WIB
Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan merespons tentang pemberitaan kereta cepat Whoosh.  (Instagram/luhut.pandjaitan)
Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan merespons tentang pemberitaan kereta cepat Whoosh. (Instagram/luhut.pandjaitan)

wartajatim.co.id - Pembiayaan utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh kembali ramai dibahas publik.

Sorotan muncul setelah mencuat isu bahwa pemerintah akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menutup utang proyek tersebut.

Namun, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa isu itu tidak benar.

Dalam acara peringatan satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran di Hotel JS Luwansa, Kamis 16 Oktober 2025, Luhut memastikan bahwa penyelesaian utang Whoosh tidak melibatkan dana APBN sama sekali.

Baca Juga: Pemerintah Tegaskan Tak Pakai APBN Lunasi Utang Whoosh, Danantara Siapkan Dua Skema Rahasia!

Ia menjelaskan bahwa seluruh permasalahan keuangan proyek dapat diselesaikan melalui mekanisme restrukturisasi.

“Whoosh itu kan tinggal restructuring aja. Siapa yang minta APBN? Tak ada yang pernah minta APBN,” tegas Luhut.

Ia menambahkan bahwa komunikasi dengan pihak China sudah dilakukan, hanya saja proses restrukturisasi sempat tertunda karena pergantian pemerintahan.

“Kemarin pergantian pemerintah agak terlambat, sehingga sekarang perlu nunggu Keppres supaya timnya segera berunding. China sudah bersedia kok, nggak ada masalah,” ungkapnya.

Baca Juga: Kereta Cepat Whoosh: Solusi Transportasi Modern dari Jakarta ke Surabaya

Luhut juga mengingatkan agar publik tidak mudah menyimpulkan tanpa memahami data. Ia menilai banyak pihak yang berkomentar tanpa dasar kuat.

“Kalau kita nggak ngerti datanya, nggak usah komentar dulu. Cari dulu datanya, baru enak ngomongnya,” ujarnya menyinggung pihak yang menuding pemerintah terlalu bergantung pada China.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa beban utang Whoosh sepenuhnya menjadi tanggung jawab Danantara, induk usaha yang menaungi proyek kereta cepat.

“Pemerintah tidak akan menggunakan uang APBN untuk menanggung utang Whoosh. Danantara sudah punya dividen rata-rata Rp80 triliun per tahun, seharusnya mereka bisa mengelola dari situ,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X