Soroti Program Rumah Subsidi yang Serapannya Lambat
Dalam kesempatan terpisah, Menkeu Purbaya juga menyoroti lambatnya realisasi program rumah subsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Dari target 350 ribu unit rumah di tahun 2025, hanya sekitar 180 ribu unit yang telah terealisasi hingga September.
Hal itu ia sampaikan saat rapat dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, di Jakarta Pusat, pada Selasa (14/10/2025).
“Tapi saya ingin lihat akhir bulan seperti apa. Nanti kalau bagus, ya kita tidak pindahkan uangnya. Tapi kalau ada masalah, ya kita pindahkan ke tempat lain dulu,” ujar Purbaya tegas.
Ia menekankan efektivitas anggaran harus dijaga agar dana negara benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, Purbaya tengah menyiapkan kebijakan pemutihan bagi masyarakat yang terhambat mengajukan KPR karena tunggakan kecil di bawah Rp1 juta.
“Nah, itu kita akan meeting dengan OJK nanti, saya minta hari Senin Pak Heru menulis betul ada seratus ribu orang yang seperti itu. Kalau diputihkan yang di bawah Rp1 juta, katanya pengembang juga mau bantu bayar,” ungkapnya.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap percepatan serapan anggaran dapat mendorong sektor perumahan dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
(DP)
Artikel Terkait
Mensos Minta Tambahan Anggaran Rp12 Triliun ke DPR, Fokus pada Bansos hingga Program Lansia
Menkeu Purbaya Ultimatum BGN: Anggaran MBG Tak Terserap Oktober Akan Ditarik, Presiden Prabowo Restui
Menkeu Purbaya Siap Pangkas Anggaran Makan Bergizi Gratis Jika Tak Terserap hingga Akhir Oktober 2025
Luhut Sentil Menkeu Purbaya: Serapan Anggaran MBG Sudah Baik, Tak Perlu Tarik Dana Lagi!
Efisiensi Anggaran ala Menkeu Purbaya vs Sri Mulyani: Dua Cara Berbeda Menuju Fiskal yang Stabil
Fakta Baru Anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG): 29% Terserap, Rp70 Triliun Dikembalikan, Menkeu Purbaya Buka Suara