Baca Juga: DPR Kritik Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemerintah Tetap Pertahankan Skema Distribusi Makanan
Lonjakan signifikan terjadi pada Agustus dan September 2025: Agustus tercatat 1.988 korban dari 9 kasus, sedangkan September meningkat menjadi 2.210 korban dari 44 kasus.
Selain pemeriksaan internal, Presiden Prabowo memberikan instruksi konkret untuk meningkatkan pengawasan SPPG, termasuk pemasangan CCTV terhubung ke pusat, penyediaan rapid test, sterilisasi food tray, filter air, dan penempatan koki terlatih di setiap dapur agar standar mutu makanan lebih terjaga.
Beberapa dapur yang dinyatakan tidak memenuhi standar juga sudah diberi sanksi penutupan sementara oleh otoritas terkait. Kasus ini memicu kekhawatiran publik karena menyangkut keselamatan anak-anak sebagai penerima manfaat utama MBG.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Soroti Lemahnya Serapan MBG, Kepala BGN Diminta Rutin Laporan Publik
Sebagian pihak menuntut penghentian sementara program sampai investigasi rampung, sementara pemerintah tetap menegaskan komitmen memperbaiki mekanisme tanpa menghentikan tujuan program membantu anak kurang mampu mendapatkan akses gizi seimbang.
Pemerintah juga berjanji akan menindak tegas pihak yang terbukti lalai atau melanggar SOP, ke depan fokus pemerintah adalah menyelesaikan investigasi teknis BGN, memperketat audit dan verifikasi dapur.
Serta memastikan komunikasi publik yang transparan agar kepercayaan terhadap MBG pulih dan tujuan jangka panjang program — pemenuhan gizi untuk anak Indonesia — tetap tercapai.
(HCY)