Ia menjelaskan bahwa RSUD dr. Mohamad Soewandhie telah dilengkapi dengan fasilitas medis canggih dan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten untuk menangani kasus jantung koroner secara optimal.
“Kebetulan di RSUD Soewandhie itu cukup lengkap. Dari segi peralatan, yang terbaik kita punya. SDM cukup banyak kita punya,” ujarnya.
dr. Billy juga memastikan bahwa layanan Fast Track Chest Pain beroperasi selama 24 jam penuh, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan darurat kapan pun dibutuhkan tanpa harus menunggu waktu tertentu.
“Itu 24 jam mereka (tim) Fast Track Chest Pain ini (siaga) 24 jam. Jam berapapun ada telepon, kita segera ready,” tutur Billy.
Baca Juga: Arah Baru Timnas Indonesia Usai Kluivert Dipecat: Fokus 100 Besar Dunia dan Piala Dunia 2030
Ia menegaskan bahwa program Fast Track Chest Pain menjadi wujud nyata kesiapan Pemkot Surabaya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, tanggap, dan menyeluruh bagi warganya.
“Jadi ini adalah salah satu bentuk kesiapan Pemkot Surabaya dalam memberikan layanan kesehatan yang paripurna buat masyarakat Surabaya,” pungkasnya.
Program ini menjadi bukti bahwa Pemkot Surabaya tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga serius dalam memastikan sistem layanan kesehatan berjalan efektif untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa.
Baca Juga: Purbaya Soroti Korupsi Daerah, Pemerintah Tahan Kenaikan Anggaran TKD 2026!
Dengan sinergi antara Command Center 112, Tim Gerak Cepat, dan RSUD dr. Mohamad Soewandhie, masyarakat kini dapat merasa lebih aman karena mendapatkan akses cepat terhadap layanan kesehatan darurat kapan pun dibutuhkan. (gha)