• Sabtu, 18 April 2026

Pemkot Surabaya Kembangkan Inovasi Fast Track Chest Pain untuk Tingkatkan Penanganan Cepat Pasien Jantung Koroner

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Selasa, 21 Oktober 2025 | 18:18 WIB
Pemkot Surabaya Luncurkan Layanan Fast Track Chest Pain untuk Tangani Serangan Jantung dengan Cepat (Foto: surabaya.go.id)
Pemkot Surabaya Luncurkan Layanan Fast Track Chest Pain untuk Tangani Serangan Jantung dengan Cepat (Foto: surabaya.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berinovasi dalam meningkatkan layanan kesehatan darurat bagi masyarakat.

Salah satu terobosan terbaru yang dihadirkan adalah program Fast Track Chest Pain, yaitu sistem layanan cepat yang menangani pasien dengan gejala penyakit jantung koroner mulai dari titik kejadian hingga tiba di RSUD dr. Mohamad Soewandhie Surabaya.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Surabaya, Direktur RSUD dr. Mohamad Soewandhie Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Pemkot Surabaya dalam menekan angka kematian dan kecacatan akibat penyakit jantung koroner.

Baca Juga: Viral Kasus Timothy Anugerah Mahasiswa Unud, 6 Rekan Diduga Tak Empatik: Publik Desak Sanksi DO!

“Di Surabaya ini kita punya jaringan yang kita buat program namanya Fast Track Chest Pain. Karena salah satu gejala yang muncul di masyarakat itu nyeri dada,” ujar dr. Billy, Senin (20/10/2025).

Ia menjelaskan, masyarakat perlu segera bertindak ketika mengalami nyeri dada dengan menghubungi layanan darurat Command Center 112 agar dapat segera mendapatkan pertolongan medis.

Menurut dr. Billy, masa krusial atau golden period dalam penanganan serangan jantung adalah 90 menit pertama setelah gejala muncul, sehingga waktu menjadi faktor penentu keselamatan pasien.

Baca Juga: Spekulasi Pelatih Baru Timnas Indonesia Memanas, Louis van Gaal Klarifikasi dan Kapadze Tersentuh Dukungan Fans Garuda

“Pada saat hal itu terjadi, langkah pertama adalah (hubungi) call center 112, jangan diabaikan. Golden period ini kita harus memanfaatkan sebaik mungkin supaya tidak terjadi kecacatan atau morbiditas sampai mortalitas,” katanya.

Ia menambahkan bahwa sistem Command Center 112 telah terhubung secara langsung dengan Tim Gerak Cepat (TGC) yang selalu siaga menangani berbagai kondisi gawat darurat di lapangan.

“Sehingga 112 itu bisa mengarahkan ke Tim Gerak Cepat atau TGC. TGC nanti akan koordinasi langsung dengan pihak rumah sakit,” jelasnya.

Baca Juga: Bambang Pamungkas Minta Publik Introspeksi, Bukan Marah-Marah soal Gagalnya Garuda ke Piala Dunia 2026

Lebih lanjut, dr. Billy mengungkapkan bahwa TGC juga memiliki kemampuan untuk memberikan pertolongan pertama kepada pasien gawat darurat sebelum dibawa ke rumah sakit.

“TGC itu sudah punya kemampuan untuk mengatasi emergensi. Tapi begitu dia lihat ini (pasien) tidak bisa ditangani di tempat, ya sudah dia (pasien) langsung delivery ke salah satu tempat (rumah sakit) kita,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: Surabaya.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X