WartaJatim.CO.ID - Bertepatan dengan peringatan International Day for Universal Access to Information atau Right to Know Day (RTKD) 2025, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) berkolaborasi dengan Komisi Informasi (KI) Jawa Timur menyelenggarakan rangkaian kegiatan strategis bertema “Satu Informasi Seribu Manfaat: Surabaya Memperkuat Fondasi Smart City dan Kota Global Menuju Kesejahteraan Rakyat.”
Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Surabaya, Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkot Surabaya dalam menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik dengan menjadikan hak warga untuk tahu sebagai pilar utama pembangunan kota.
Plt. Kepala Dinkominfo Kota Surabaya, Muhamad Fikser, menegaskan, “KIP, seperti akses data anggaran, program kesehatan, pendidikan, hingga proyek infrastruktur, memungkinkan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dan mengawasi kinerja pemerintah.
Baca Juga: Panen Raya Ala BRInita: Urban Farming BRI Peduli Dorong Ketahanan Pangan Kota dan Ekonomi Warga
Dalam konteks Surabaya, KIP bukan hanya kewajiban hukum, melainkan investasi penting yang mendukung visi kota cerdas dan berdaya saing global. Muara dari semua ini adalah peningkatan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh.”
Menurut Fikser, tema RTKD 2025 bukan sekadar slogan, melainkan filosofi baru yang memperkuat posisi Surabaya sebagai prototipe Smart City yang akuntabel, inklusif, dan berkelanjutan.
Pemkot Surabaya optimistis bahwa budaya keterbukaan informasi dapat mendorong tercapainya visi Asta Cita untuk kesejahteraan rakyat yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
KI Jawa Timur berperan sebagai pengingat sekaligus pendorong agar standar keterbukaan informasi di Surabaya terus meningkat, termasuk dalam menangani sengketa informasi yang mencerminkan kesadaran publik yang makin tinggi terhadap hak atas informasi.
Ketua Bidang Advokasi, Sosialisasi, dan Edukasi KI Jatim, Yunus Mansur Yasin, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan RTKD 2025 dibagi menjadi empat panggung utama agar pesan transparansi tersampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat, mulai dari akademisi hingga pedagang saat Car Free Day.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan Seminar Keterbukaan Informasi pada 17 Oktober 2025 yang menargetkan mahasiswa sebagai agen perubahan berbasis data, dengan menghadirkan Komisioner KI Jawa Timur, perwakilan Pemkot Surabaya, dan kalangan akademisi di Kantor Bappedalitbeng Surabaya.
“Forum ini membuka kesempatan bagi generasi muda untuk memanfaatkan data terbuka dalam menghasilkan riset, aplikasi, atau advokasi yang berdampak langsung,” ujar Yunus.
Mahasiswa didorong untuk memanfaatkan data publik guna menciptakan inovasi, seperti dashboard yang meningkatkan efisiensi layanan publik atau meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Artikel Terkait
Pemkot Surabaya Perkuat Enam Program PAUD untuk Cetak Generasi Emas 2045 Melalui Gerakan Wajib Belajar 13 Tahun
Pemkot Surabaya dan Badan Gizi Nasional Sinergi Wujudkan Generasi Sehat Cerdas Lewat Program Makanan Bergizi Gratis
Pemkot Surabaya Hadirkan Inovasi Parkir Valet di Tunjungan Romansa untuk Permudah Akses Wisata dan Optimalkan Lahan Parkir Kota
Pemkot Surabaya dan TP PKK Perluas Pendidikan Keluarga Lewat Program Kemangi untuk Cetak Generasi Emas 2045
Pemkot Surabaya Beri Bantuan Tangan Palsu dan Pendampingan Psikologis untuk Santri Korban Reruntuhan Ponpes Al-Khoziny