“Stok CBP akan segera dikeluarkan untuk operasi pasar sehingga stok akhir tahun berasal dari beras baru hasil produksi petani dalam negeri,” ungkap Amran. Pemerintah juga menegaskan bahwa stok beras yang akan disiapkan hingga akhir tahun harus didominasi hasil panen petani Indonesia.
Hal ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan dalam negeri sekaligus melindungi kesejahteraan petani. Desakan Titiek Soeharto ini menegaskan kembali pentingnya tata kelola stok pangan yang efisien. Jika beras lama terus menumpuk, kualitasnya bisa menurun dari segi rasa, aroma, dan tekstur.
Selain itu, beban biaya penyimpanan di gudang juga semakin besar. Pengamat pangan menilai, peringatan yang disampaikan Titiek harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pergudangan Bulog.
“Pola first in, first out harus benar-benar dijalankan. Kalau stok lama dibiarkan, masyarakat yang dirugikan, sementara petani juga bisa kehilangan kesempatan memasukkan hasil panennya ke cadangan pemerintah,” ujar seorang analis pangan.
Dengan stok beras nasional yang cukup besar, perhatian kini tertuju pada seberapa efektif distribusi dilakukan pemerintah. Publik menunggu langkah nyata agar tidak ada lagi tumpukan beras lama di gudang, sehingga ketersediaan beras nasional tetap terjaga baik dari segi jumlah maupun kualitas.
(SW)
Artikel Terkait
Petani Protes Harga Gabah, Menteri Amran Pecat Oknum BULOG yang Main dengan Tengkulak
Indonesia Capai Rekor Surplus Beras 4 Juta Ton, Titiek Soeharto Dorong Ekspor untuk Petani
Ungkap Peluang Ekspor usai Beras Surplus 4 Juta Ton, Titiek Soeharto: Agar Dampaknya Nyata Tuk Petani
Prabowo Murka soal Beras Oplosan: Rugikan Negara Rp100 Triliun, Tikam Rakyat Sendiri
212 Merek Beras Terbukti Tak Sesuai Standar, Broken Capai 50%! Menteri: Ini Bisa Jadi Beras Oplosan!
Difoto Pegang Dua Karung Tapi Cuma Dapat Satu, Viral Dugaan Warga Landak Soal Bantuan Beras yang Tak Sesuai