Sejumlah program cash for work atau padat karya di sektor transportasi dan perumahan juga siap dijalankan.
“Total nilainya sedang kita siapkan. Nanti Senin akan kita fix-kan dalam rapat lanjutan,” tambah Airlangga.
Program ini juga ditopang percepatan implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 yang efektif berlaku pada 5 Oktober 2025.
Aturan tersebut menekankan deregulasi melalui sistem Online Single Submission (OSS) untuk mempercepat izin usaha.
“Dengan berbagai kementerian sudah ada target waktunya sehingga diharapkan kepastian usaha semakin meningkat,” pungkasnya.
Dengan ruang lingkup yang luas, mulai dari fresh graduate hingga mitra ojol, paket stimulus ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia hingga 2026.
(FN)
Artikel Terkait
Pelatihan dan Sertifikasi Tukang Pasang Bata di Kecamatan Mojoagung: Meningkatkan Kualitas Tenaga Kerja di Jombang
Sinergi Fakultas Ekonomi Unigres dan Disnaker Gresik Perkuat Penyerapan Tenaga Kerja Lokal Melalui MoA Strategis
Gresik Komitmen Perkuat Kebijakan Linkungan Investasi untuk Penyerapan Tenaga Kerja dan Penguatan PAD
Pemkab Lumajang Terapkan Retribusi Tenaga Kerja Asing untuk Perkuat PAD dan Tata Kelola Ketenagakerjaan
Fresh Graduate Terancam Underemployed Saat Resesi, Riset TD Economic Ungkap Dampak Karier Jangka Panjang
Pemerintah Siapkan Rp198 Miliar untuk Magang Nasional 20.000 Fresh Graduate dengan Gaji UMP 6 Bulan