Polisi menekankan pentingnya memahami kondisi keluarga dan lingkungan sekolah sebelum insiden ledakan. Keterangan dari keluarga dan teman-teman sekolah diharapkan dapat membantu mengungkap motif dan kondisi psikologis ABH sebelum peristiwa terjadi.
Baca Juga: RS Yarsi Rawat 15 Korban Bom SMAN 72, 13 Siswa Alami Gangguan Pendengaran Akibat Ledakan di Masjid
Sementara itu, SMAN 72 Jakarta memutuskan untuk tetap melanjutkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai langkah antisipasi trauma yang masih dirasakan oleh sebagian siswa.
Kepala sekolah, Tetty Helena Tampubolon, menjelaskan bahwa asesmen psikologis bersama Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Kemenkes, Himpsi, dan Kemendikdasmen masih berlangsung.
"Hari Senin itu yang pasti masih PJJ. Kita pantau dan pastikan dengan orang tua apakah sudah boleh hybrid," ungkap Tetty.
Ia menambahkan, pembelajaran luring belum bisa diterapkan sepenuhnya karena sebagian siswa masih mengalami trauma. "Kelihatannya anak-anak sudah mulai rindu sama sekolah. Tapi hasil resminya belum," kata Tetty.
Tetty juga berharap seluruh siswa yang menjadi korban dapat segera pulih, baik secara fisik maupun emosional. "Harapannya tentu mereka sembuh. Dengan keajaiban Tuhan, anak-anak yang saleh akan segera sembuh," tuturnya.
Pemeriksaan terhadap kondisi fisik dan psikologis ABH, evaluasi bangunan sekolah, dan pemantauan siswa hingga saat ini masih terus dilakukan.
Dinas Pendidikan DKI Jakarta memastikan bahwa PJJ tetap berlaku hingga gedung dinyatakan aman digunakan kembali, sementara trauma siswa menjadi perhatian utama dalam setiap kebijakan pembelajaran pasca-insiden.
(CN)
Artikel Terkait
Pemerintah Kajian Pembatasan Game Online Usai Ledakan SMAN 72, PUBG Disorot karena Pengaruh Kekerasan
Polisi Ungkap Fakta Baru Ledakan SMAN 72 Jakarta, Pastikan Pelaku Tak Terlibat Terorisme
Update Pascaledakan di SMAN 72 Jakarta, Polisi dan Kementerian PPPA Pastikan Sekolah Aman untuk KBM Senin
Ledakan Hebat di SMAN 72 Jakarta Utara! 54 Siswa Jadi Korban, Polisi Amankan Satu Pelaku dan Temukan Senjata Api
Soal Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kapolda Metro Jaya dan Wamenko Polkam Minta Tak Dikaitkan dengan Terorisme
Soal Ledakan SMAN 72 Jakarta, Pramono Anung: Pemerintah DKI Sangat Berduka dan Siap Tanggung Semua Korban