• Sabtu, 18 April 2026

ABH Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Dipindahkan ke Ruang Rawat Biasa, Polisi Tunggu Kondisi Pulih untuk Pemeriksaan

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Selasa, 18 November 2025 | 10:53 WIB
Menyoroti fakta terkini terkait kondisi terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta.  ( (Dok. Polri))
Menyoroti fakta terkini terkait kondisi terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta. ( (Dok. Polri))

Polisi menekankan pentingnya memahami kondisi keluarga dan lingkungan sekolah sebelum insiden ledakan. Keterangan dari keluarga dan teman-teman sekolah diharapkan dapat membantu mengungkap motif dan kondisi psikologis ABH sebelum peristiwa terjadi.

Baca Juga: RS Yarsi Rawat 15 Korban Bom SMAN 72, 13 Siswa Alami Gangguan Pendengaran Akibat Ledakan di Masjid

Sementara itu, SMAN 72 Jakarta memutuskan untuk tetap melanjutkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai langkah antisipasi trauma yang masih dirasakan oleh sebagian siswa.

Kepala sekolah, Tetty Helena Tampubolon, menjelaskan bahwa asesmen psikologis bersama Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Kemenkes, Himpsi, dan Kemendikdasmen masih berlangsung.

"Hari Senin itu yang pasti masih PJJ. Kita pantau dan pastikan dengan orang tua apakah sudah boleh hybrid," ungkap Tetty.

Ia menambahkan, pembelajaran luring belum bisa diterapkan sepenuhnya karena sebagian siswa masih mengalami trauma. "Kelihatannya anak-anak sudah mulai rindu sama sekolah. Tapi hasil resminya belum," kata Tetty.

Baca Juga: Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Ternyata Sering Merasa Kesepian, Polisi dan KPAI Soroti Kondisi Emosionalnya

Tetty juga berharap seluruh siswa yang menjadi korban dapat segera pulih, baik secara fisik maupun emosional. "Harapannya tentu mereka sembuh. Dengan keajaiban Tuhan, anak-anak yang saleh akan segera sembuh," tuturnya.

Pemeriksaan terhadap kondisi fisik dan psikologis ABH, evaluasi bangunan sekolah, dan pemantauan siswa hingga saat ini masih terus dilakukan.

Dinas Pendidikan DKI Jakarta memastikan bahwa PJJ tetap berlaku hingga gedung dinyatakan aman digunakan kembali, sementara trauma siswa menjadi perhatian utama dalam setiap kebijakan pembelajaran pasca-insiden.

(CN)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X