WartaJatim.CO.ID - Polda Metro Jaya merilis perkembangan terbaru terkait penyelidikan insiden ledakan yang terjadi di Masjid SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Polisi menyatakan bahwa terduga pelaku yang merupakan siswa sekolah tersebut kini telah ditetapkan sebagai Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).
Penetapan ini dilakukan sesuai ketentuan dalam sistem peradilan anak, mengingat usia terduga pelaku masih di bawah umur. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto, menjelaskan bahwa langkah penanganan kasus dilakukan secara sangat hati-hati.
Selain tim penyidik, sejumlah pihak turut dilibatkan, mulai dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), tim trauma healing, hingga Densus 88 Antiteror Polri yang fokus menelusuri kemungkinan keterkaitan pelaku dengan paham tertentu atau paparan konten ekstrem di dunia digital.
Baca Juga: Update Ledakan SMAN 72: Disdik DKI Terbitkan SE Keamanan Sekolah, Polisi Dalami Motif Terduga Pelaku
Bhudi juga mengungkapkan data terbaru jumlah korban yang terdampak dalam insiden tersebut. Total korban luka mencapai 96 orang, dengan 29 korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Sementara itu, 67 korban lainnya sudah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan seluruh korban pulih sepenuhnya.
Dalam proses penyelidikan, Densus 88 kini mendalami motif pelaku, termasuk dugaan adanya pengaruh dari ideologi tertentu atau paparan konten di internet.
Polisi tidak menutup kemungkinan motif yang lebih kompleks, namun memastikan seluruh prosedur hukum tetap memperhatikan status pelaku sebagai anak. Selain aspek hukum, kepolisian juga memperhatikan kondisi psikologis para siswa dan guru yang terdampak.
Baca Juga: Ledakan SMAN 72 Jakarta Utara: Pramono Anung Tegaskan Pelaku ABH Tak Ada Kaitannya dengan Bullying
Posko pendampingan bersama KPAI dan tim trauma healing disiapkan di sekolah untuk membantu pemulihan mental komunitas pendidikan.
Upaya ini diharapkan mampu mengembalikan suasana belajar mengajar menjadi kondusif dalam waktu dekat.
Bhudi menegaskan bahwa pendampingan tidak hanya ditujukan bagi para korban luka, tetapi juga bagi seluruh warga sekolah yang merasakan dampak emosional dari peristiwa tersebut.
Artikel Terkait
Pemerintah Kajian Pembatasan Game Online Usai Ledakan SMAN 72, PUBG Disorot karena Pengaruh Kekerasan
Soal Ledakan SMAN 72 Jakarta, Pramono Anung: Pemerintah DKI Sangat Berduka dan Siap Tanggung Semua Korban
Orang Tua Korban Ledakan SMAN 72 Pertanyakan Kepastian Bantuan Pemerintah untuk Biaya Pengobatan
Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Ternyata Sering Merasa Kesepian, Polisi dan KPAI Soroti Kondisi Emosionalnya
RS Yarsi Rawat 15 Korban Bom SMAN 72, 13 Siswa Alami Gangguan Pendengaran Akibat Ledakan di Masjid