berita

Tanggapan Kepala BGN Terhadap Kasus Keracunan Makanan MBG, Posting Video Proses Memasak di Sosmed

Minggu, 2 Maret 2025 | 17:54 WIB
Kepala BGN menyarankan SPPG dan Mitra MBG untuk mengunggah video proses memasak Makan Bergizi Gratis. (Instagram/kantorstafpresidenri)

WartaJatim.CO.ID - Belakangan ini, kasus keracunan makanan yang melibatkan siswa sekolah akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan publik.

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan penjelasan mengenai penyebab dan solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Dadan menjelaskan bahwa keracunan makanan ini disebabkan oleh kurangnya pengalaman dari mitra MBG yang baru.

Baca Juga: Wamenaker: Hapus Batasan Usia untuk Pencarian Kerja Pasca PHK Sritex

“Sebagian besar kasus yang muncul adalah dari satuan pelayanan yang baru melaksanakan program ini,” ungkapnya saat konferensi pers di Kompleks Akademi Militer, Magelang, pada Kamis, 27 Februari 2025.

Ia menambahkan bahwa satuan pelayanan yang sudah berpengalaman tidak mengalami masalah serupa karena mereka telah terbiasa.

Sebagai langkah pencegahan, Dadan mengusulkan agar satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dan mitra MBG mengunggah video proses memasak ke media sosial.

Baca Juga: Utang Sritex Terungkap: Mencapai Puluhan Triliun, Semua Karyawan Terkena PHK

“Dengan cara ini, kami ingin meningkatkan transparansi dalam pengolahan makanan yang akan disajikan kepada penerima manfaat,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya penggunaan platform seperti Instagram dan Facebook untuk mengupload kegiatan memasak harian sebagai bentuk kontrol bersama.

Dadan juga menegaskan bahwa BGN melakukan evaluasi rutin terhadap pelaksanaan program MBG.

Ia menyarankan agar mitra yang baru memulai tidak langsung memasak dalam porsi besar, melainkan dari porsi kecil.

Baca Juga: Amanda Manopo Tanggapi Tuduhan Pelakor di Live TikTok: Kesabaran Gue Habis

“Kami merekomendasikan untuk memulai dengan jumlah antara 100 hingga 190 porsi,” tambahnya.

Dadan menekankan bahwa memasak dalam jumlah besar memerlukan pengalaman dan kebiasaan.

Halaman:

Tags

Terkini