berita

APBD Naik, Rakyat Diminta Donasi? Gerakan Donasi Seribu Rupiah Jawa Barat Jadi Sorotan Tajam Warga dan Pengamat

Selasa, 14 Oktober 2025 | 10:26 WIB
Menyoroti Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu atau Poe Ibu, atau berarti donasi Rp1000 per hari bagi warga di Jawa Barat. ((Dok. Pemprov Jabar))

WartaJatim.CO.ID - Gerakan donasi seribu rupiah per hari yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tengah menjadi sorotan publik.

Program yang dikemas dengan nama “Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu)” itu disebut berlandaskan semangat gotong royong, namun kehadirannya menimbulkan tanya di tengah meningkatnya belanja daerah yang mencapai Rp31 triliun.

Program yang resmi dituangkan dalam Surat Edaran Pemprov Jawa Barat tertanggal 1 Oktober 2025 ini mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN), pelajar, dan masyarakat umum untuk berpartisipasi dengan menyisihkan Rp1.000 per hari.

Baca Juga: Geger Larangan Study Tour oleh Dedi Mulyadi! Orang Tua Tertekan, Gubernur Jawa Barat Bongkar Praktik Bank Emok

Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu kebutuhan pendidikan dan kesehatan warga yang sifatnya mendesak.

Pemerintah menyebut, inisiatif ini bersifat sukarela dan terbuka, sebagai bentuk kesetiakawanan sosial antarwarga Jawa Barat.

Pengelolaannya dilakukan oleh masing-masing wilayah, dengan janji bahwa laporan keuangan akan dipublikasikan secara transparan melalui portal layanan publik.

Namun di tengah niat baik tersebut, publik menyoroti paradoks fiskal yang muncul.

Baca Juga: Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa Tegaskan Percepatan Program dan Optimalisasi PAD Jelang Akhir 2025

Di saat masyarakat diajak berderma harian, anggaran belanja pemerintah daerah justru meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Tak sedikit pihak mempertanyakan mengapa beban solidaritas sosial seolah kembali ditumpukan pada rakyat kecil.

Belanja Daerah Naik, Pendapatan Jadi Tantangan

Dari data resmi Pemprov Jabar, APBD 2025 mengalami kenaikan tajam dengan total nilai mencapai Rp31 triliun.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menjelaskan bahwa peningkatan terbesar terjadi pada sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Halaman:

Tags

Terkini