berita

Insiden Ledakan SMAN 72 Jakarta Jadi Alarm Dunia Pendidikan, ABH MF Sadar dan Polisi Dalami Dugaan Perundungan

Selasa, 18 November 2025 | 12:47 WIB
Menyoroti fakta terkini terkait kondisi terduga pelaku dalam insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara. ((Dok. Polri))

Insiden ledakan sebelumnya menimbulkan kepanikan di lingkungan sekolah dan melukai sebanyak 96 orang, yang sebagian besar adalah siswa.

Dampak psikologis bagi para korban pun tidak kalah serius, sehingga tim trauma healing dari Polri dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) segera diterjunkan untuk mendampingi mereka.

“Tidak hanya fokus pada pemulihan medis, tetapi juga pemulihan psikis bagi korban maupun pelaku. Tim trauma healing sudah disiapkan bersama KPAI,” ujar Budi.

Baca Juga: Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Ternyata Sering Merasa Kesepian, Polisi dan KPAI Soroti Kondisi Emosionalnya

Sorotan Dunia Pendidikan

Ledakan ini juga mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth. Menurutnya, kejadian ini merupakan “tamparan keras” bagi dunia pendidikan.

“Anak-anak kita bukan hanya perlu diajarkan akademik, tetapi juga harus dibimbing dan dibina karakternya,” ujar Kenneth dalam keterangan resmi pada Selasa, 11 November 2025. Ia menekankan pentingnya pendekatan humanis, di mana guru berperan sebagai sahabat dan panutan bagi murid.

“Guru harus bisa menjadi teman dan panutan. Anak-anak butuh sosok yang bisa memahami masalah mereka dan mengarahkan ke hal positif,” tambahnya.

Baca Juga: Orang Tua Korban Ledakan SMAN 72 Pertanyakan Kepastian Bantuan Pemerintah untuk Biaya Pengobatan

Kenneth mendorong Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk segera mengevaluasi sistem pembinaan siswa dan mengembangkan kurikulum yang menanamkan nilai moral, empati sosial, serta tanggung jawab pribadi.

Menurut Kenneth, tanggung jawab pembentukan karakter tidak hanya berada di sekolah, tetapi juga memerlukan kerja sama antara orang tua dan pemerintah daerah.

“Setiap anak memiliki potensi, tetapi juga sisi rapuh. Di sinilah peran guru, orang tua, dan pemerintah untuk membimbing mereka tumbuh menjadi generasi yang berkarakter,” tegasnya.

Baca Juga: Soal Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kapolda Metro Jaya dan Wamenko Polkam Minta Tak Dikaitkan dengan Terorisme

Polisi Pastikan Tidak Terkait Terorisme

Meski insiden ledakan ini menimbulkan kepanikan, polisi menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada indikasi keterkaitan dengan aksi terorisme.

Halaman:

Tags

Terkini