• Sabtu, 18 April 2026

Tarif Resiprokal Presiden AS Donald Trump Berlaku Hari Ini, Termasuk Aturan Impor 104 Persen ke China

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Kamis, 10 April 2025 | 12:44 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. (Instagram.com/@realdonaldtrump)
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. (Instagram.com/@realdonaldtrump)


Meskipun negosiasi masih berlangsung dengan beberapa negara, tarif resiprokal tetap berjalan.

Baca Juga: SBY Dukung Strategi Prabowo Hadapi Tarif Impor Trump: Langkah Negosiasi Jauh Lebih Elegan!

Trump menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menekan negara-negara mitra agar mau bernegosiasi dengan syarat yang lebih menguntungkan bagi AS.

Ia juga menyatakan bahwa banyak negara kini tengah mengupayakan perjanjian dagang baru dengan AS.


“Kami memiliki banyak negara yang ingin membuat kesepakatan,” ujar Trump dalam pernyataannya di Gedung Putih pada Selasa, 8 April 2025.

Baca Juga: Tarif Impor Trump Bikin Heboh! Luhut Bilang Tak Perlu Panik: Kita Pernah Lewat yang Lebih Parah!

Ia juga menambahkan bahwa dirinya berharap China akan bersedia membuka ruang dialog.


Sementara itu, AS telah menjadwalkan serangkaian pembicaraan dagang dengan Korea Selatan dan Jepang yang merupakan mitra dagang utama sekaligus sekutu dekat.

Selain itu, Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, juga direncanakan akan mengunjungi Washington pada pekan depan untuk membahas kebijakan tarif tersebut secara langsung.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tanggapi Kebijakan Tarif Trump: Indonesia Harus Berdiri di Atas Kaki Sendiri


Kebijakan tarif resiprokal ini dinilai telah mengguncang tatanan perdagangan global yang selama ini dibangun atas dasar kerja sama dan saling ketergantungan.

Para analis memperingatkan bahwa jika ketegangan terus berlanjut, bukan tidak mungkin akan terjadi perlambatan ekonomi global, bahkan resesi.


Pasar saham di berbagai negara pun bereaksi negatif.

Baca Juga: Indonesia Kena Tarif Impor 32 Persen dari Trump, Apa Dampak dan Langkah yang Dilakukan Pemerintah?

Ketidakpastian yang ditimbulkan dari kebijakan ini menyebabkan banyak investor menarik dananya dari sektor-sektor yang dianggap berisiko, sehingga memicu penurunan indeks saham secara global.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diplomasi Panas AS-Iran: Tenggat Serangan Ditunda

Jumat, 27 Maret 2026 | 15:02 WIB
X