WARTA JATIM - Baru-baru ini Presiden Amerika, Donald Trump membuat kebijakan baru terkait kebijakan Ekspor dan Impor.
Kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memberlakukan tarif impor baru menimbulkan gejolak di sektor industri, khususnya otomotif.
Salah satu pihak yang terdampak langsung adalah Tesla, perusahaan kendaraan listrik milik Elon Musk.
Baca Juga: Indonesia Kena Tarif Impor 32 Persen dari Trump, Apa Dampak dan Langkah yang Dilakukan Pemerintah?
Elon Musk yang saat ini menjabat di kabinet Trump dalam DOGE (Department of Government Efficiency) dikabarkan telah mengajukan permohonan langsung kepada Presiden Trump untuk membatalkan tarif tersebut.
"CEO Tesla Elon Musk mengajukan permohonan langsung kepada Trump, namun tidak berhasil untuk membalikkan tarif selama akhir pekan lalu," tulis Washington Post dikutip pada Rabu 9 April 2025 dari CNN.
Namun, upaya itu gagal, saat ini baik pihak Gedung Putih maupun Elon Musk belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut.
Baca Juga: Sri Mulyani: Kebijakan Tarif Trump Tak Masuk Akal, Para Ekonom Pun Angkat Tangan
Meski demikian, Elon Musk sebelumnya telah menyatakan kekhawatiran atas dampak tarif terhadap perusahaannya.
“Penting untuk dicatat bahwa Tesla TIDAK tanpa cedera di sini. Dampak tarif terhadap Tesla masih signifikan,” ungkap Elon Musk dalam sebuah unggahan di X awal April 2025 lalu.
Setelah Musk bergabung dengan pemerintahan Trump, bisnis Tesla mengalami penurunan. Protes publik atas gabungnya Elon Musk di Kabinet Donald Trump menjalar ke tindakan vandalisme terhadap produk Tesla.
Masalah makin pelik setelah data Counterpoint Research mengungkap bahwa Tesla tertinggal dari BYD dalam pengiriman mobil listrik.
Pada kuartal pertama 2025, BYD mencatatkan pengiriman 416.388 unit, jauh di atas Tesla yang hanya mengirimkan 336.681 unit. (***)
Artikel Terkait
Indonesia Kena Tarif Impor 32 Persen dari Trump, Apa Dampak dan Langkah yang Dilakukan Pemerintah?
Tarif Impor Trump Bikin Heboh! Luhut Bilang Tak Perlu Panik: "Kita Pernah Lewat yang Lebih Parah!"
Trump Bangkitkan Batu Bara yang juga Untungkan Indonesia, Langkah Mundur di Tengah Krisis Iklim Global?