wartajatim.co.id - Setelah melalui negosiasi panjang selama satu dekade, Indonesia dan Uni Eropa akhirnya mencapai kesepakatan dalam Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), yang membuka lembaran baru dalam hubungan perdagangan bebas kedua pihak.
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan keberhasilan ini kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat bertemu di kediamannya di Solo pada Minggu malam, 20 Juli 2025.Pertemuan tersebut berlangsung hangat.
Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya disambut langsung oleh Jokowi dan Iriana di depan pintu sebelum melakukan pembicaraan tertutup.
Usai berdialog, Prabowo menyampaikan kepada awak media sejumlah capaian diplomatik yang dibawanya, termasuk keberhasilan menembus kesepakatan dengan Uni Eropa yang telah dinegosiasikan sejak 10 tahun lalu.
“Saya ceritakan terobosan-terobosan yang kita dapat kemarin, terutama dengan Uni Eropa yang 10 tahun perundingan akhirnya tembus,” ujarnya kepada media.
Kesepakatan CEPA ini dinilai penting karena akan menghapus tarif bea masuk untuk produk Indonesia ke Uni Eropa, dan sebaliknya.
Langkah ini diyakini membuka peluang ekspor yang jauh lebih besar serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Menanggapi pertemuan tersebut, Prabowo menyebut bahwa Jokowi sudah mengikuti proses negosiasi CEPA sejak awal dan memahami betul kompleksitas yang menyertainya. Bahkan, menurut Prabowo, sebagian besar upaya awal dirintis saat Jokowi masih menjabat sebagai Presiden.
“Saya kira karena beliau juga mengikuti dan sebagian itu juga beliau yang rintis, ya seperti perundingan dengan Uni Eropa kan sudah berjalan 10 tahun. Jadi, beliau mengerti itu alotnya bagaimana,” katanya.
Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa kondisi global yang tidak stabil membuat kedua pihak sama-sama terdorong untuk mempercepat penyelesaian kesepakatan.
Ia menekankan bahwa kepentingan strategis kedua belah pihak menjadi dasar utama pencapaian ini.
Baca Juga: Prabowo Sebut Eropa Kunci Stabilitas Global, Teken Kesepakatan Ekonomi Besar Usai 10 Tahun Negosiasi