• Sabtu, 18 April 2026

Rakor Inflasi Daring Dipimpin Sekjen Mendagri: Upaya Menjaga Ketahanan Pangan dan Stabilitas Harga di Indonesia

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Selasa, 15 April 2025 | 10:07 WIB
Rakor Inflasi 2025: Upaya Kepala Daerah Jaga Ketahanan Pangan dan Stabilitas Harga (Foto: magetan.go.id)
Rakor Inflasi 2025: Upaya Kepala Daerah Jaga Ketahanan Pangan dan Stabilitas Harga (Foto: magetan.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Pada Senin, 14 April 2025, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Sekjen Mendagri) Tomsi Tohir memimpin rapat koordinasi (rakor) inflasi secara daring.

Rakor ini dihadiri oleh kementerian/lembaga (K/L) dan kepala daerah se-Indonesia secara hybrid. Kegiatan ini digelar setelah libur lebaran, tepatnya pada minggu ketiga bulan April.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Magetan, Dalam arahannya, Tomsi Tohir mengajak seluruh kepala daerah untuk aktif melakukan penanaman sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan.

Baca Juga: Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma Resmi Pimpin Gerakan Pramuka, Awali Langkah Strategis di Momen Idulfitri

“Tidak terlalu luas tapi bisa untuk memenuhi kebutuhan di kampungnya sendiri. Tentunya harus betul-betul bisa mengendalikan harga-harga komoditas seperti bawang merah, cabai merah dan cabai rawit,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya perencanaan yang baik agar tidak berdampak pada ketidakstabilan harga komoditas, terutama yang sering memicu inflasi di daerah.

Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, juga memberikan paparan mengenai perkembangan harga pada minggu kedua April 2025.

Baca Juga: IPPAT Kabupaten Lumajang Perkuat Transformasi Digital Layanan Pertanahan untuk Pelayanan Cepat dan Transparan

Dalam paparannya, Amalia menyampaikan bahwa inflasi tahun ke tahun (Maret 2025 terhadap Maret 2024) tercatat sebesar 1,03%. Sementara itu, inflasi bulan ke bulan (Maret 2025 dibandingkan Februari 2025) mencapai 1,65%.

“Inflasi bulanan Maret 2025 relatif lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya dan Maret 2024. Sementara itu, inflasi tahunan Maret 2025 lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya namun lebih rendah dibandingkan Maret 2024,” tuturnya.

Amalia menjelaskan bahwa inflasi bulan ke bulan tidak hanya disebabkan oleh sebagian besar makanan, minuman, dan tembakau, tetapi juga karena berakhirnya diskon listrik sebesar 50%.

Baca Juga: Peran Strategis PPAT dalam Menjaga Ketertiban Agraria di Kabupaten Lumajang

Hal ini menyebabkan harga listrik yang diterima konsumen menjadi lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara umum, komoditas yang menyumbang inflasi Maret 2025 adalah komoditas pangan, terutama bawang merah, cabai rawit, dan daging ayam ras.

Tingkat inflasi untuk bawang merah mencapai 24,07%, cabai rawit 13,67%, dan daging ayam ras 1,64%.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Baharudin Gia

Sumber: magetan.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X