"Semangat untuk para ibu sebagai ujung tombak ketahanan keluarga," tambahnya singkat.
Baca Juga: Dilema Warga Miskin di Tanah Air, Mencari Keadilan Hukum di Tengah Praktik Ekonomi yang Tak Adil
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, yang diwakili oleh Kabid Prasarana, Sarana, dan Usaha Peternakan M. Syaifi, menjelaskan bahwa bimtek ini merupakan salah satu langkah strategis untuk menurunkan angka stunting dengan pemanfaatan produk peternakan.
Produk tersebut meliputi daging, susu, dan telur yang diolah dalam bentuk yang mengikuti tren zaman atau kekinian tanpa mengabaikan nilai gizi.
"Kita berupaya meningkatkan diversifikasi olahan hasil peternakan yang dibuat sesuai dengan jamannya. Kita juga bikin produk sesuai kekinian tapi tidak mengesampingkan gizi, salah satunya dimsum, rice bowl dan lainnya," jelas Syaifi.
Baca Juga: Usai Viral Dibonceng Patwal Tanpa Helm, Dedi Mulyadi Akui Kesalahan dan Siap Ditilang
Syaifi juga berharap bahwa para peserta, terutama kader PKK, dapat menjadi agen penyebar ilmu yang mampu meningkatkan keterampilan serta mengelola olahan produk peternakan sebagai potensi usaha penghasil pendapatan tambahan bagi keluarga.
"Saya berharap ibu-ibu yang hadir bisa mengelola dan meningkatkan nilai tambah produk hasil peternakan, dan menjadi pelopor usaha kelompok maupun mandiri," pungkasnya. (gha)
Artikel Terkait
Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, drg. Hj. Merita Ariestya Yudi, Ajak Warga Berbagi Kebaikan Selama Ramadan di Desa Wonosunyo dan Raci
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo Apresiasi Peran PKK dan DWP dalam Mendorong Pembangunan Daerah yang Berkelanjutan
Kunjungan Tim Penggerak PKK Maros ke Desa Bunutwetan dan Puskesmas Pakis Pelajari Inovasi Penanganan Stunting Terbaik Jawa Timur
Penguatan Kapasitas Perempuan Wirausaha oleh PKK Lumajang Melalui Pendampingan Berkelanjutan dan Kolaborasi Strategis di Era Disruptif
Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan Berikan Bantuan Sosial dan Dukungan Moral pada Korban Kebakaran di Kelurahan Pogar