• Sabtu, 18 April 2026

Program GAYATRI Pemkab Bojonegoro Dorong Warga Desa Piyak Mandiri dengan Beternak Ayam Petelur Produktif

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Rabu, 3 September 2025 | 16:29 WIB
Sariyanto Panen 50 Butir Telur Per Hari dari Program GAYATRI di Desa Piyak Bojonegoro (Foto: bojonegorokab.go.id)
Sariyanto Panen 50 Butir Telur Per Hari dari Program GAYATRI di Desa Piyak Bojonegoro (Foto: bojonegorokab.go.id)

Untuk keberlanjutan, ia menyisihkan sebagian hasil penjualan telur agar dapat membeli pakan sendiri setelah bantuan habis. Hasil panen kemudian dijual ke toko kelontong dengan harga antara Rp24.500 hingga Rp26.000 per kilogram.

Baca Juga: Fresh Graduate Terancam Underemployed Saat Resesi, Riset TD Economic Ungkap Dampak Karier Jangka Panjang

“Ya sedikit banyak setiap hari pasti disisihkan, ke depan kan juga harus mandiri untuk membeli pakan sendiri, terlebih dua tahun lagi juga harus re-generasi ayamnya jika sudah tidak bertelur,” ungkapnya.

Sekretaris Desa Piyak, Saeful, menegaskan keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro serta Pemkab Bojonegoro yang memberi perhatian penuh.

Program GAYATRI menjadi salah satu prioritas Bupati Wahono melalui alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2025. Desa Piyak pun tercatat sebagai salah satu desa tercepat dalam merealisasikan program tersebut.

Baca Juga: Demo Buruh 28 Agustus 2025: Mahasiswa dan Pelajar Turun ke Jalan, Said Iqbal Ingatkan Aparat

Ia menyebutkan, sejak Mei lalu sebanyak lima keluarga penerima manfaat telah mendapatkan bantuan ayam petelur.

Saat ini, seluruh penerima sudah menikmati hasil panen dengan tingkat produktivitas yang mencapai 100 persen.

Puluhan calon penerima manfaat lain juga tengah menunggu proses verifikasi agar dapat mengikuti program serupa.

Baca Juga: Blusukan Kampung Bangkit JTV di Desa Canggu Mojokerto Meriahkan HUT ke-80 RI dengan Jalan Sehat dan Lomba

“Harapannya warga bisa memanfaatkan ini sebaik-baiknya sehingga bisa menjadi mata pencaharian tetap. Dan semoga warga bisa mengatur dari penjualan telur untuk keberlangsungan ternak ke depan,” tutur Saeful. (gha)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: bojonegorokab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X