• Sabtu, 18 April 2026

Soroti Fenomena Paradox in Teaching, Puguh Wiji Pamungkas: Ini Bahaya Bagi Masa Depan Pendidikan Kita

Photo Author
Shintiya Yulia Frantika, Wartajatim.co.id
- Jumat, 17 Oktober 2025 | 16:10 WIB
DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas tekankan pentingnya perlindungan hukum agar guru tidak takut bersikap tegas. (Foto: Instagram/puguharema)
DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas tekankan pentingnya perlindungan hukum agar guru tidak takut bersikap tegas. (Foto: Instagram/puguharema)

WartaJatim.CO.ID - Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKS, Puguh Wiji Pamungkas, menyoroti fenomena yang ia sebut sebagai paradox in teaching, yaitu kondisi ketika banyak guru kini enggan bersikap tegas karena khawatir tersandung persoalan hukum.

Ia mencontohkan kasus di SMAN 1 Cimarga, Banten, di mana kepala sekolah dilaporkan ke polisi usai menampar siswa yang kedapatan merokok.

Menurutnya, peristiwa itu mencerminkan dilema nyata yang dialami para pendidik ketika berusaha menegakkan disiplin namun berisiko dijerat hukum.

Baca Juga: Praperadilan Nadiem Makarim Kandas, Hakim Pastikan Penetapan Tersangka oleh Kejagung Sah Menurut Hukum

“Guru punya tugas menanamkan nilai dan karakter, bukan hanya menyampaikan materi pelajaran. Tapi sekarang, ketika mereka mencoba mendidik dengan ketegasan, justru berisiko dilaporkan dengan dalih melanggar perlindungan anak,” ujar Puguh.

Puguh menjelaskan bahwa fenomena ini menggambarkan bagaimana guru kehilangan keberanian untuk bertindak tegas karena takut salah langkah dalam menegakkan nilai-nilai kedisiplinan di sekolah.

“Seperti di Cimarga, kepala sekolah menegur siswa yang merokok, lalu dianggap melakukan kekerasan. Akhirnya bukan karakter anak yang diperbaiki, malah guru yang diperkarakan,” jelasnya.

Baca Juga: Dikecam Santri, Atalia Praratya Dituding Tak Peka soal Penggunaan APBN untuk Bangun Pesantren Al Khoziny

Menurutnya, kondisi serupa tidak hanya terjadi di Banten, tetapi juga berpotensi terjadi di sejumlah sekolah di Jawa Timur.

Ia menilai dunia pendidikan kini menghadapi persoalan serius ketika pendidik kehilangan keberanian dalam mendidik.

“Beberapa waktu lalu kami di DPRD Jatim juga didatangi para guru. Mereka mengeluhkan hal yang sama, tidak berani menegur dan menindak siswa, khawatir dilaporkan ke polisi,” ujarnya.

Baca Juga: Anies Baswedan Soroti Lonjakan PHK Massal, Sebut Banyak Pekerja Jatuh ke Sektor Informal tanpa Kepastian

Ia mengingatkan bahwa rasa takut yang dialami guru ini bisa berdampak buruk bagi masa depan pendidikan di Indonesia.

“Ini bahaya bagi masa depan pendidikan kita,” katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Shintiya Yulia Frantika

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X