wartaJatim.CO.ID – Polemik terkait wacana pemberlakuan royalti untuk lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu nasional Tanah Airku belakangan menjadi sorotan publik.
Isu ini mencuat setelah PSSI menyampaikan keberatan lantaran kedua lagu tersebut sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam setiap laga timnas Indonesia.
Sesuai aturan pertandingan, lagu Indonesia Raya wajib diputar sebelum kick-off sebagai simbol penghormatan.
Tak hanya itu, nyanyian Tanah Airku bersama ribuan suporter kerap menjadi tradisi di tribun yang mampu membakar semangat pemain maupun penonton di stadion.
Namun kini muncul pertanyaan apakah lagu kebangsaan dan lagu nasional juga akan dikenai royalti seperti halnya karya musik lain.
Menanggapi hal itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pihak Istana belum memiliki kejelasan penuh. Menurutnya, jika benar diberlakukan, kebijakan ini justru bisa memicu persoalan baru.
“Sedang intens berdiskusi dengan Kemenkum yang membawahi LMKN,” ujar Prasetyo Hadi kepada wartawan, Jumat, 15 Agustus 2025. “Yang nanti terjadi di PSSI ini kan tentunya harus kita cari jalan keluar ya,” tambahnya.
Baca Juga: Viral Dugaan LMKN Tagih Royalti Hotel di NTB, Warganet: “Logikanya Nggak Masuk Akal”
Lebih lanjut, Prasetyo menilai perlu ada pengaturan lebih bijak agar tidak semua lagu wajib dikenai royalti. “Harus ada diatur sedemikian rupa, yang ada ranah-ranah mungkin itu tidak perlu diberlakukan. Kalau semua diberlakukan kan akan menimbulkan kerepotan,” ungkapnya.
Sementara itu, dari pihak PSSI, Sekjen Yunus Nusi menyatakan keberatan keras. Ia menilai lagu kebangsaan dan lagu nasional memiliki makna sejarah serta perjuangan yang tidak sepatutnya dibebani pungutan royalti.
“Sebaiknya aturan ini segera dihapus karena berisik, membuat gaduh,” tegas Yunus.
Polemik ini menjadi perbincangan luas di masyarakat.
Baca Juga: Kembali Sindir Ariel NOAH, Ahmad Dhani Tagih Royalti Lagu Almarhum Titiek Puspa ‘Kupu-kupu Malam’
Menilai pemberlakuan royalti terhadap lagu kebangsaan bisa mereduksi makna patriotik dan menimbulkan ketidaknyamanan di dunia olahraga.
Artikel Terkait
Ramai Polemik Royalti Lagu, Istana Angkat Bicara: Kafe Ganti Musik dengan Suara Alam, Pemerintah Turun Tangan
Bocoran Jadwal Timnas Indonesia vs Kuwait di Surabaya Terungkap, Jadi Pemanasan Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026
Restoran Sepi Suara demi Hindari Royalti Lagu, Rekaman Pengunjung Ini Jadi Perdebatan Panas di Media Sosial
Heboh! Pelanggan Resto Kena Biaya Royalti Musik di Struk, Warganet: Kok Konsumen yang Bayar?
Kecewa Soal Royalti, Tompi Keluar dari WAMI dan Bebaskan Semua Orang Nyanyikan Lagunya
Menteri Hukum Setuju Lakukan Audit pada WAMI, Ramai Kisruh dengan Ari Lasso soal Royalti