• Sabtu, 18 April 2026

Resmi Dilantik Bahlil, Laode Sulaeman Ditugaskan Dorong Reformasi Migas dan Jaga Ketahanan Energi

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Rabu, 3 September 2025 | 14:00 WIB
Momen pelantikan Laode Sulaeman (kiri) oleh Bahlil Lahadalia (kanan) sebagai Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas).
Momen pelantikan Laode Sulaeman (kiri) oleh Bahlil Lahadalia (kanan) sebagai Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas).

WartaJatim.CO.ID– Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya mengisi kursi penting Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) yang sempat kosong sejak Februari 2025.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi melantik Laode Sulaeman sebagai pejabat baru untuk posisi tersebut di Kantor Kementerian ESDM, Jumat, 29 Agustus 2025.

“Saya melantik Dirjen Migas yang dalam beberapa bulan terakhir kosong, yaitu Pak Laode Sulaeman,” kata Bahlil dalam keterangannya.Bahlil menjelaskan, penunjukan Laode bukan tanpa pertimbangan.

Baca Juga: Eks Wamenaker Noel Minta Amnesti, Laode Syarief: Tidak Layak untuk Kasus Korupsi

Sejak awal kariernya, Laode telah berkecimpung di sektor migas. Ia bahkan pernah berkarier di Lemigas, sehingga dianggap memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni. “Beliau ini sejak masuk pegawai di ESDM pegawai di Migas, pernah di Lemigas, jadi bukan orang luar,” tegas Bahlil.

Sebelum dilantik, Laode menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas sejak 2022. Ia dipilih melalui proses seleksi ketat bersama empat kandidat lain, yakni Alimuddin Baso, Julian Ambassadur Shiddiq, Mirza Mahendra, dan Noor Arifin Muhammad.

Pelantikan ini sekaligus mengakhiri kekosongan jabatan strategis yang terjadi sejak Achmad Muchtasyar dinonaktifkan pada 10 Februari 2025 lalu. Dengan hadirnya pimpinan baru, pemerintah berharap agenda energi nasional dapat berjalan lebih cepat dan terarah.

Baca Juga: Kementerian ESDM Resmi Tunjuk Pertamina untuk Laksanakan Kebijakan LPG Satu Harga Mulai 2026

Bahlil menegaskan bahwa tugas utama Laode adalah mempercepat reformasi di sektor migas, terutama dalam hal yang selama ini dianggap memperlambat percepatan proyek, seperti proses lelang wilayah kerja migas.

Ia juga diminta aktif berkolaborasi dengan SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam menyelesaikan berbagai program strategis. Selain itu, Laode diberi tanggung jawab besar untuk mengelola alokasi gas, baik untuk kebutuhan domestik maupun pasar luar negeri.

“Kemudian juga bagaimana bisa mempersiapkan mengalokasikan gas untuk domestik maupun market kita di luar negeri agar semua bisa berjalan,” imbuh Bahlil.

EBaca Juga: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Klaim Izin Tambang PT Gag di Raja Ampat Aman, Tak Dicabut Prabowo

Penunjukan Laode sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya swasembada dan ketahanan energi. Dengan pengalaman panjang di dunia migas, Laode diharapkan mampu membawa terobosan baru dalam reformasi sektor energi Indonesia.

(SW)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: Promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X