Wali Kota Eri Cahyadi melihat program MPLS Ramah ini sangat sesuai dengan nilai-nilai agama dan sangat potensial dalam pembangunan karakter bangsa.
"Saya merasa nilai-nilai ini sangat relevan. Oleh karena itu, saya mendukung penuh program ini. Melalui program ini, kebiasaan bermuatan agama akan membentuk karakter kebangsaan anak yang kuat, jiwa gotong royong, suka menolong, dan keberanian,” kata Eri.
Eri menegaskan keberlanjutan komitmennya bersama Bunda PAUD Kota Surabaya untuk mengembangkan program MPLS Ramah agar anak-anak siap melanjutkan ke jenjang pendidikan dasar dengan sikap dan sifat positif.
Ia juga menegaskan pentingnya peran ayah dalam tumbuh kembang anak dan pengaruh besar yang dapat diberikan oleh ayah kepada anak perempuan maupun laki-laki.
Baca Juga: Pelantikan PPPK Batang Hari Diwarnai Insiden Lucu: Balon Gagal Terbang dan Rumor Bupati Ngambek
“Peran ayah sangat luar biasa dan akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan anak perempuan maupun laki-laki," kata Eri.
Wali Kota Surabaya mengimbau orang tua khususnya ayah agar mengurangi ketergantungan anak pada gawai dan mendorong interaksi langsung antara anak dan orang tua serta lingkungan sekitar demi pembentukan karakter yang lebih baik.
Ketua Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, menyampaikan bahwa MPLS tahun ini diperpanjang menjadi lima hari untuk memberi waktu lebih pada anak dalam beradaptasi dengan lingkungan sekolah baru.
Baca Juga: Diskopindag Malang Gelar Bimtek SIINas untuk Tertibkan Pelaporan Industri Rokok
Ia juga memperkenalkan penambahan satu kebiasaan dalam Gerakan 7++ yaitu “Wani Berbicara, Wani Berpendapat, Wani Melakukan Hal yang Benar,” yang menjadi ciri khas karakter anak Surabaya yang berani.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh, menegaskan pentingnya PAUD sebagai fondasi utama dalam membangun karakter, akademik, dan kompetensi anak agar siap memasuki jenjang sekolah dasar.
Yusuf mengajak para orang tua memberi dukungan penuh terhadap program Wajib Belajar 13 Tahun, khususnya pada pra-sekolah PAUD dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada seperti Pusat Pembelajaran Terpadu (PPT) di masing-masing RT/RW. (gha)
Artikel Terkait
Pemkot Surabaya Teken RPJMD 2025–2029, Ini Target Besarnya!
Awali Tahun Ajaran Baru, Puguh DPRD Jatim Minta MPLS Tekankan Pembelajaran Etika dan Moral untuk Siswa
Pesan Menginspirasi Legislator Puguh di Pembukaan MPLS SMP Muhammadiyah 2 Malang: Latihan adalah Kunci Kesuksesan
Cetak Generasi Emas, Surabaya Luncurkan Empat Program Prioritas PAUD Mulai Tahun Ajaran 2025/2026
Wali Kota Surabaya Larang Parkir di Jalan Tunjungan Demi Tertib Lalu Lintas dan Penataan Kawasan Wisata