WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) memperlihatkan komitmen kuat dalam mempersiapkan kota menghadapi musim hujan.
Keseriusan ini diwujudkan melalui normalisasi saluran utama, pemeliharaan infrastruktur vital, dan peningkatan kesiapan rumah pompa serta unit reaksi cepat di berbagai wilayah strategis.
Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Surabaya, Pemkot Surabaya menuntaskan program normalisasi saluran dan pemeliharaan drainase secara intensif di seluruh kota untuk mengurangi risiko banjir dan genangan.
Baca Juga: Viral Kasus Timothy Anugerah Mahasiswa Unud, 6 Rekan Diduga Tak Empatik: Publik Desak Sanksi DO!
Kepala Bidang Drainase DSDABM, Windo Gusman Prasetyo, menjelaskan, "Secara pengelolaan drainase, kami telah memaksimalkan upaya pemeliharaan. Kegiatan utama kami adalah normalisasi sedimen skala besar, termasuk penanganan eceng gondok dan endapan lumpur. Ini merupakan upaya kolaboratif lintas sektor yang kuat, melibatkan DLH, BBWS, dan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi."
Pengerjaan fisik difokuskan pada titik-titik strategis yang membutuhkan penanganan genangan segera, termasuk saluran Avour Wonorejo, Kebon Agung, Pegirian, Kali Tebu, dan kawasan Semolowaru.
Fokus utama kegiatan normalisasi adalah mengembalikan kapasitas daya tampung saluran, sehingga debit air hujan dapat diterima secara optimal dan risiko banjir berkurang secara signifikan.
Meskipun kebutuhan alat berat cukup besar, DSDABM tetap memprioritaskan saluran dengan dampak strategis tinggi untuk memastikan efektivitas penanganan genangan.
Bidang Sarana dan Prasarana DSDABM juga melakukan evaluasi dan identifikasi menyeluruh terhadap rumah pompa dan bozem untuk memastikan seluruh fungsi pompa banjir berjalan optimal.
Pengecekan kondisi genset dilakukan secara rutin agar operasional pompa tidak terganggu saat terjadi pemadaman listrik, sehingga penanganan genangan tetap berjalan lancar.
Windo menyebut titik-titik rawan genangan tersebar merata di beberapa wilayah, termasuk utara seperti Simorejosari, Simohilir, Petemon, Krembangan, dan Kalianak; timur di Medokan Ayu dan Semolowaru; serta barat di Tengger.
Meskipun beberapa proyek seperti pembangunan box culvert di Petemon dan Tengger serta normalisasi di Kalianak telah rampung, kapasitas rumah pompa di Bukit Barisan hingga rencana pembangunan baru di Pacuan Kuda dan Simo Kwagean masih menjadi fokus prioritas.
Artikel Terkait
Pemkot Surabaya Hadirkan Inovasi Parkir Valet di Tunjungan Romansa untuk Permudah Akses Wisata dan Optimalkan Lahan Parkir Kota
Pemkot Surabaya dan TP PKK Perluas Pendidikan Keluarga Lewat Program Kemangi untuk Cetak Generasi Emas 2045
Pemkot Surabaya Beri Bantuan Tangan Palsu dan Pendampingan Psikologis untuk Santri Korban Reruntuhan Ponpes Al-Khoziny
Pemkot Surabaya Apresiasi TK Labschool 2 UNESA Lidah Wetan dan Serahkan Bantuan APE
Pemkot Surabaya Gelar Seminar Keterbukaan Publik Dorong Partisipasi Gen Z dan Mahasiswa Internasional