Lebih lanjut, Bambang mencontohkan sistem digital di Swiss yang mengharuskan warganya memiliki satu nomor telepon terintegrasi untuk berbagai layanan, termasuk media sosial.
“Ke depan perlu single account terintegrasi. Setiap warga hanya boleh punya satu akun di tiap platform medsos,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa penerapan sistem verifikasi identitas yang ketat sangat penting untuk mencegah pencurian data dan penyalahgunaan identitas oleh akun anonim.
Baca Juga: Konsumsi Gula Rafinasi Rugikan Petani, DPR Desak Pemerintah Perketat Pengawasan
Tantangan Menuju Regulasi
Meski disambut positif oleh sebagian pihak, usulan “satu orang satu akun” masih menghadapi tantangan besar. Isu privasi, perlindungan data pribadi, hingga kebebasan berekspresi menjadi faktor utama yang perlu dikaji mendalam sebelum aturan ini diterapkan.
Namun demikian, langkah DPR ini dinilai penting sebagai bentuk kepedulian terhadap maraknya buzzer dan akun palsu yang merusak ruang demokrasi digital Indonesia.
Bambang menegaskan bahwa niat utama dari usulan ini adalah untuk menciptakan ruang media sosial yang sehat, transparan, dan bertanggung jawab.
“Kita ingin pastikan informasi di media sosial bisa dipertanggungjawabkan. Kalau semua pengguna punya identitas jelas, penyebaran fitnah bisa ditekan,” pungkasnya.
Baca Juga: DPR Kritik Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemerintah Tetap Pertahankan Skema Distribusi Makanan
Simpulan
Wacana “satu orang satu akun” mungkin masih panjang perjalanannya menuju regulasi resmi. Namun, dorongan DPR ini menjadi sinyal kuat bahwa pembenahan ruang digital Indonesia sudah tak bisa ditunda lagi.
(DP)
Artikel Terkait
Menko Pratikno Soroti Efek Scrolling Medsos, Picu Anak Muda Berpikir Pendek
Dua Pria Diduga Edarkan Uang Palsu di Kembangan, Aksi Terekam Kamera dan Viral di Medsos!
DPR Minta Setiap Warga Hanya Punya Satu Akun Medsos, Ini Alasannya!
Pemerintah China Disebut Blokir Para Influencer yang Sebar Konten ‘Buruk’ di Medsos, Disorot Helmy Yahya hingga Inul
Beredar Surat Pernyataan Berisi Larangan Protes di Medsos untuk Wisudawan Agustus 2025, Polemik Ijazah UNY Telat Terbit Berlanjut
Polda Metro Jaya Gagalkan 516 Kg Sabu Jaringan Internasional, Disembunyikan Lewat E-Commerce dan Medsos