berita

Inflasi Pangan Turun, Tito Klaim Distribusi Beras SPHP Jadi Penopang Utama

Rabu, 17 September 2025 | 10:35 WIB
Mendagri Tito Karnavian (kanan) mengklaim inflasi pangan nasional mengalami tren penurunan. (Instagram/titokarnavian) (Instagram/titokarnavian)

wartajatim.co.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan inflasi pangan nasional mengalami penurunan. Ia menyebut langkah distribusi beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oleh Bulog menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kestabilan harga di masyarakat.

“Secara nasional angka inflasi menurun dari 2,37 persen menjadi 2,31 persen (yoy). Penyumbang utamanya adalah komoditas pangan, utamanya cabai rawit. Tapi ada juga beberapa komoditas yang menurun karena intervensi pemerintah,” ujar Tito dalam keterangan resmi, Jumat (5/9/2025).

Tito menambahkan, beras SPHP menjadi instrumen vital pemerintah dalam menahan laju inflasi. Menurutnya, cadangan beras saat ini berada dalam kondisi aman dan telah disalurkan dengan lancar ke berbagai daerah.

Baca Juga: Mendagri Tito Ungkap Kerugian Rp50,4 Miliar di Jakarta Akibat Demo, Sejumlah Gedung DPRD Rusak Parah

“Beras ini komoditas rakyat yang utama. Stoknya cukup banyak. Bulog sudah menjual keluar melalui SPHP dengan distribusi cukup lancar ke berbagai tempat,” kata Tito.

Ia juga menekankan bahwa penyaluran 1,3 juta ton beras SPHP atas arahan Presiden Prabowo diharapkan mampu menekan harga beras yang sempat melonjak di beberapa daerah.

“Dengan beras SPHP makin gencar dilakukan oleh Bulog atas perintah Bapak Presiden Prabowo, kami harapkan harga beras di beberapa daerah yang naik itu bisa turun,” tambahnya.

Baca Juga: Indonesia Siap Umumkan Swasembada Beras 3 Bulan Lagi, Mentan Amran Beberkan Strateginya

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Agustus 2025 berada di level 2,31 persen, sementara secara bulanan terjadi deflasi 0,08 persen. Deflasi ini dipicu turunnya harga komoditas tomat, cabai rawit, dan bawang putih.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan stok beras nasional berada dalam kondisi sangat mencukupi. Ia menyebut cadangan pangan lebih dari 4 juta ton menjadi jaminan stabilitas pasokan dalam negeri.

“Yang terjadi adalah inflasi turun 2,37 menjadi 2,31. Ini indikasi bahwa pangan kita stabil. Ini patut kita syukuri,” jelas Amran.

Baca Juga: Harga Beras Mulai Turun, Mentan Klaim Siap Gelontorkan 1,3 Juta Ton untuk Operasi Pasar Hingga Desember

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama keberhasilan menekan inflasi pangan. Dengan stok yang cukup, Amran optimistis kebutuhan beras dalam negeri bisa dipenuhi tanpa harus melakukan impor.

“Tahun ini dengan stok yang melimpah lebih dari 4 juta ton, Indonesia bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri tanpa impor,” pungkasnya.

Halaman:

Tags

Terkini