• Sabtu, 18 April 2026

Tarif Baru Baja dan Aluminium di AS: Dari Suku Cadang Mobil hingga Furnitur Kena Dampaknya

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Kamis, 21 Agustus 2025 | 11:23 WIB
Ilustrasi pabrik pembuatan aluminium dan baja. (Unsplash.com/MartinGrincevschi)   (Unsplash.com/MartinGrincevschi)
Ilustrasi pabrik pembuatan aluminium dan baja. (Unsplash.com/MartinGrincevschi) (Unsplash.com/MartinGrincevschi)

 

wartajatim.co.id - Kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) kembali memicu perdebatan panas. Departemen Perdagangan AS mengumumkan perluasan bea masuk terhadap 407 kategori produk berbahan baja dan aluminium. Aturan baru ini langsung berlaku efektif pada Rabu, 20 Agustus 2025.

Produk yang terdampak tidak hanya barang industri berat seperti turbin angin, buldoser, atau kompresor, tetapi juga merambah ke produk konsumsi sehari-hari, termasuk furnitur, gerbong kereta, hingga suku cadang otomotif.

Tarif tambahan yang dikenakan mencapai 50 persen atas kandungan baja dan aluminium di dalam produk impor tersebut.

Pejabat Kementerian Industri dan Keamanan AS, Jeffrey Kessler, menegaskan kebijakan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat industri dalam negeri.

Baca Juga: Bitcoin Pecahkan Rekor Rp1,93 Miliar per Koin, Langsung Anjlok Setelah Inflasi AS Guncang Pasar

“Langkah ini memperluas cakupan tarif baja dan aluminium serta menutup celah penghindaran. Kami ingin mendukung revitalisasi industri baja dan aluminium Amerika,” ujarnya dikutip dari Al Jazeera.

Namun, keputusan ini tidak sepenuhnya disambut positif. Produsen otomotif asing melontarkan kritik keras karena kapasitas produksi baja dalam negeri AS dianggap belum mencukupi kebutuhan pasar. Kekhawatiran mereka, rantai pasok industri otomotif bisa terganggu akibat keterbatasan pasokan bahan baku.

Di sisi lain, perusahaan baja lokal seperti Cleveland-Cliffs justru mendukung langkah tersebut. Mereka sebelumnya bahkan mendorong agar lebih banyak komponen otomotif masuk ke dalam daftar produk dengan tarif tinggi.

Baca Juga: Hilangnya Kerja Fleksibel Picu Gelombang Mundur Tenaga Kerja Perempuan AS 2025, Dampak Ekonomi Mengintai

Dampak nyata dari kebijakan ini sudah mulai dirasakan. Retailer raksasa AS, Home Depot, mengumumkan akan melakukan penyesuaian harga pada sejumlah barang impor. “Akan ada pergerakan harga moderat di beberapa kategori produk,” kata Chief Financial Officer Home Depot, Richard McPhail.

Tak hanya sektor ritel, produsen furnitur global Procter & Gamble juga mengumumkan kenaikan harga pada seperempat produk mereka. Hal ini menunjukkan bahwa lonjakan biaya akibat tarif impor tidak bisa dihindari dan pada akhirnya akan ditanggung konsumen.

Para analis memprediksi harga produk berbahan baja dan aluminium di pasar AS akan terus meningkat. Imbasnya, masyarakat luas kemungkinan merasakan langsung lonjakan harga di sektor otomotif, furnitur, hingga barang rumah tangga.

Baca Juga: Perusahaan China Serbu Indonesia untuk Hindari Tarif AS, Harga Lahan Industri Melonjak

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diplomasi Panas AS-Iran: Tenggat Serangan Ditunda

Jumat, 27 Maret 2026 | 15:02 WIB
X