Arief menambahkan bahwa sinergi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat penting karena peningkatan IPP tidak bisa dicapai secara sendiri.
“Kami juga bersinergi dengan beberapa kepala OPD terkait pembangunan kepemudaan. Karena tidak bisa kami lakukan sendiri untuk meningkatkan IPP,” ujarnya.
Menurut Arief, sinergitas lintas organisasi menentukan arah kebijakan, tujuan, dan sasaran dalam memberikan layanan kepemudaan yang berkualitas.
Harmonisasi dan sinkronisasi layanan ini diharapkan dapat mendukung pemuda menjadi lebih berkualitas.
Peraturan Bupati tersebut bertujuan membangun sinergitas, meningkatkan pelayanan kepada pemuda, serta menggenjot IPP di Bojonegoro.
Data menunjukkan bahwa IPP pada tahun 2023 mencapai 54,55 persen, naik menjadi 58,67 persen pada 2024, dan ditargetkan mencapai 59,96 persen pada 2025.
Rakor ini diikuti oleh 106 peserta yang terdiri dari kepala OPD, Kasubbag Program dan Laporan OPD sebanyak 28 orang, sekretaris camat se-Kabupaten Bojonegoro, serta perwakilan organisasi kepemudaan.
Selain itu, acara juga menghadirkan materi dari Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora RI, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, dan Bappeda Bojonegoro. (gha)
Artikel Terkait
Pemkab Bojonegoro Genjot Pembangunan Jalan, 93% Infrastruktur Sudah Mantap
Pemkab Bojonegoro Maksimalkan Pembangunan Embung dan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Ketersediaan Air
Kampanye Digital Pemkab Bojonegoro Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Pendengaran Lewat Talkshow SAPA! Malowopati FM
Pemkab Bojonegoro Perkuat Sinergi Lintas Sektor dan Desa untuk Percepat Penurunan Angka Stunting 2025
Pemkab Bojonegoro Raih Opini WTP ke-11 Berturut-turut, Bukti Pengelolaan Keuangan Daerah yang Akuntabel dan Transparan