"Ke depan, kami mendorong 419 desa di Bojonegoro memiliki bank sampah," ujar Wabup Nurul Azizah. Program ini bertujuan untuk memperkuat pengelolaan sampah secara mandiri di tingkat desa.
Rakor yang dihadiri berbagai pihak penting ini menunjukkan kolaborasi lintas sektor dalam membangun pasar yang tidak hanya bersih, tetapi juga berdaya saing.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, DLH, serta perwakilan dari pedagang, pengelola pasar, dan pemerhati lingkungan.
Pemkab Bojonegoro berharap gerakan ini dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan pasar.
GERNAS MAPAN bukan hanya sekadar aksi bersih-bersih, tetapi juga sebagai simbol perubahan budaya hidup bersih di pasar-pasar rakyat.
Dengan semangat kolaboratif yang kuat, Pemkab Bojonegoro bertekad untuk menjadikan pasar-pasar di daerah ini lebih bersih, sehat, dan nyaman, serta menjadi model bagi daerah lain dalam pengelolaan sampah pasar yang berkelanjutan. (gha)
Artikel Terkait
Pemkab Bojonegoro Maksimalkan Pembangunan Embung dan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Ketersediaan Air
Kampanye Digital Pemkab Bojonegoro Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Pendengaran Lewat Talkshow SAPA! Malowopati FM
Pemkab Bojonegoro Perkuat Sinergi Lintas Sektor dan Desa untuk Percepat Penurunan Angka Stunting 2025
Pemkab Bojonegoro Raih Opini WTP ke-11 Berturut-turut, Bukti Pengelolaan Keuangan Daerah yang Akuntabel dan Transparan
Pemkab Bojonegoro Gelar Rakor Strategis Lintas Sektor untuk Tingkatkan Peran dan Kualitas Pemuda 2024-2026