Dengan keterlibatan mereka, diharapkan lebih banyak masyarakat yang layak mendapat bantuan tetapi selama ini belum terdata bisa terjangkau. Potensi jumlah agen di Banyuwangi pun bisa bertambah hingga 2.000 orang.
Baca Juga: Maruarar Sirait Tegaskan HIPMI Harus Profiling Anggota, Jangan Sampai KUR Perumahan Disalahgunakan
Menurut Ipuk, Banyuwangi telah siap sepenuhnya mendukung uji coba ini. Ia menilai tahap awal sangat penting untuk memetakan potensi hambatan sebelum program diterapkan secara nasional.
“Kita bersama-sama dengan tim dari lintas kementerian dan lembaga akan berkolaborasi untuk sama-sama melakukan penyempurnaan program ini,” ujarnya.
Sementara itu, Rahmat Danu Andika dari Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah menjelaskan bahwa uji coba saat ini hanya berlaku bagi warga Banyuwangi.
Baca Juga: Pramono Anung Rencanakan Memorial Fasilitas Umum Rusak Akibat Demo Agustus 2025
Setelah tahap awal di Lateng dan Kemiren, pendaftaran akan diperluas ke seluruh wilayah Banyuwangi mulai Oktober mendatang.
"Dari proses verifikasi dan formulasi nantinya diharapkan bisa menghasilkan rekomendasi lanjutan terkait sistem seleksi penargetan ini. Selanjutnya, jika sudah ada hasil yang sekiranya dirasa lebih akurat maka warga akan menerima pemberitahuan apakah layak atau tidak menerima dengan sejumlah alasan," jelas Andika.
Dalam proses pendaftaran, masyarakat diminta memberikan izin akses data agar pemerintah dapat melakukan verifikasi.
Apabila hasil verifikasi dirasa kurang sesuai, masyarakat bisa mengajukan sanggahan langsung melalui portal. Tim kemudian akan melakukan pengecekan ulang sebelum memberikan keputusan akhir.
Data hasil digitalisasi bansos ini nantinya akan menjadi dasar penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) pada tahun mendatang. Untuk tahun berjalan, penyaluran masih menggunakan data lama.
Andika menegaskan bahwa digitalisasi bansos diharapkan mampu memperbaiki sistem penyaluran bantuan.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Tertibkan 155 Reklame Ilegal untuk Optimalkan PAD dan Wujudkan Ketertiban Kota
“Pemerintah berharap digitalisasi perlinsos bisa meminimalisir program bantuan tak tepat sasaran,” kata Andika. (gha)
Artikel Terkait
Banyuwangi ditunjuk sebagai lokus pilot project digitalisasi bansos nasional, ratusan agen perlinsos dilatih untuk memastikan bantuan lebih tepat sasa
Bupati Banyuwangi gerakkan karyawan pemkab rutin naik transportasi umum setiap Jumat untuk meningkatkan pendapatan sopir.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Resmikan Pengangkatan 4.909 Honorer Menjadi PPPK Paruh Waktu
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Tegaskan Komitmen Inklusif Lewat Rembuk Disabilitas Bahas Transportasi dan Fasilitas Publik
Bupati Ipuk Gandeng Nelayan Desa Patoman Banyuwangi Tenggelamkan Fish Bank Demi Konservasi Laut dan Kesejahteraan