"Tadi mulai jam 10 pendaftaran di balai desa. Jam 12 siang sudah banyak sekali yang sudah terdaftar," jelasnya.
Arifin menjelaskan bahwa dari total 1.147 kepala keluarga di Desa Kemiren, sebanyak 400 keluarga sebelumnya sudah terdaftar sebagai penerima bansos melalui metode konvensional.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Rp198 Miliar untuk Magang Nasional 20.000 Fresh Graduate dengan Gaji UMP 6 Bulan
Dengan adanya sistem digital, ia menilai kesempatan warga yang benar-benar membutuhkan akan lebih terbuka.
"Dengan adanya digitalisasi bansos, siapapun warga yang merasa membutuhkan, bisa mendaftarkan diri. Semoga dengan digitalisasi, mereka yang benar-benar membutuhkan dan selama ini belum mendapatkan bantuan, bisa mendapatkan," ungkap Arifin. (gha)
Artikel Terkait
Wakil Bupati Mujiono Pimpin Upacara Hari Perhubungan Nasional 2025, Pemkab Banyuwangi Fokus Tingkatkan Layanan Transportasi Publik
Pertumbuhan Ekonomi Banyuwangi Tembus 5,85 Persen, Lampaui Rata-Rata Jawa Timur dan Nasional Berkat Pariwisata dan UMKM
TMMD ke-125 Banyuwangi Borong Tiga Penghargaan Nasional dari Mabes TNI AD Berkat Kolaborasi TNI, Pemda dan Masyarakat
Pemkab Banyuwangi dan Bulog Gelar Operasi Pasar Murah di Desa Gintangan untuk Stabilkan Harga Pangan Warga
Banyuwangi Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional, Pendaftaran Dimulai di Kelurahan Lateng dan Desa Kemiren