Langkah ini diambil untuk memastikan agar Ristiyo tetap mendapatkan pendidikan yang layak dan tidak mengalami kendala seperti kakaknya.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Serahkan Kasus Ferry Irwandi ke Panglima TNI, Sebut Masalah Internal
“Untuk adiknya nanti saya koordinasikan dengan sekolah juga biar nggak putus, kita pantau. Kita kan juga koordinasikan dengan teman-teman swasta, kalau dipindah ke negeri nanti kasihan anaknya,” terangnya.
Sementara itu, Camat Krembangan Harun Ismail membenarkan bahwa Putri dan Ristiyo merupakan anak kandung dari Mariyati (34), warga Jalan Krembangan Bhakti 2/4B.
Ia menyampaikan bahwa Putri merupakan anak pertama dan saat ini menganggur setelah lulus dari SMPN 5, sementara sang adik masih bersekolah di SD Islam Nurul Huda.
Baca Juga: Akhir Damai Polemik Ferry Irwandi dan TNI, Tak Ada Proses Hukum Lanjutan
“Dia punya dua anak, yang anak pertama itu sudah lulus SMP, setelah lulus dari SMPN 5 kemudian putus sekolah karena alasan ekonomi. Nah, adiknya kelas 2 SD di sekolah Islam Nurul Huda,” kata Harun.
Harun menambahkan, hasil koordinasi antara kecamatan dan Dinas Pendidikan memastikan bahwa Putri akan segera mengikuti program Kejar Paket C Krisna yang berlokasi di Balai RW 3 Dupak, Kecamatan Krembangan.
Pemerintah juga akan menyediakan fasilitas antar jemput sekolah gratis untuk mempermudah Putri mengikuti kegiatan belajar.
Baca Juga: Ucapan Menyentuh Ferry Irwandi Saat Sri Mulyani Pamit dari Kemenkeu, Bikin Netizen Terharu!
Selain bantuan pendidikan, Pemkot Surabaya juga memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan keterampilan Putri.
Melalui program pemberdayaan masyarakat, pihak kecamatan dan kelurahan akan menawarkan pelatihan keterampilan agar Putri memiliki kemampuan tambahan yang bermanfaat di dunia kerja.
“Ada program-program yang akan kita tawarkan ke dia, seperti pelatihan memasak, membuat kue, salon, merias dan sebagainya. Sementara ini (statusnya) menganggur,” sebut Harun.
Lebih lanjut, Harun menjelaskan bahwa ibu Putri, Mariyati, bekerja sebagai buruh cuci rumah tangga dengan penghasilan sekitar Rp1,5 juta per bulan.
Artikel Terkait
Kolaborasi Pemkab Lumajang dan Masyarakat Tangani Anak Putus Sekolah dan Perkawinan Dini
Pemkot Surabaya dan KI Jatim Gelar RTKD 2025 Perkuat Smart City dan Kesejahteraan Rakyat
Pemkot Surabaya Kembangkan Inovasi Fast Track Chest Pain untuk Tingkatkan Penanganan Cepat Pasien Jantung Koroner
Pemkot Surabaya Tunda Pembangunan RS Selatan, Fokus Prioritas Jalan dan Infrastruktur 2026
Pemkot Surabaya Maksimalkan Normalisasi Saluran dan Kesiapan Infrastruktur Hadapi Musim Hujan