Berdasarkan data keluarga miskin milik Pemkot Surabaya, keluarga Mariyati tidak termasuk dalam kategori Gamis (Keluarga Miskin). Meski demikian, pemerintah tetap memberikan pendampingan agar kondisi ekonomi keluarga tersebut dapat meningkat melalui dukungan pendidikan dan pelatihan.
Harun menegaskan bahwa upaya pendampingan tidak hanya berhenti pada pemberian fasilitas pendidikan, tetapi juga berfokus pada keberlanjutan kesejahteraan keluarga.
Baca Juga: Kisah Pilu Aisyah: Ditandu Puluhan Warga Melewati Jalan Rusak, Meninggal Sebelum Tiba di RS
Ia berharap dengan mengikuti Program Krisna, Putri dapat menyelesaikan pendidikan dan memiliki kesempatan yang lebih baik di masa depan.
“Yang bersangkutan (Mariyati) juga berharap bisa mendapat bantuan pekerjaan padat karya dan pelatihan keterampilan. Kita akan lakukan pendampingan terus sampai lulus. Yang terpenting, kita segera masukkan terlebih dahulu untuk kejar paket C,” pungkasnya.
Melalui berbagai langkah konkret ini, Pemkot Surabaya berupaya memastikan bahwa tidak ada anak di kota tersebut yang terhalang untuk mendapatkan pendidikan hanya karena faktor ekonomi. (gha)
Artikel Terkait
Kolaborasi Pemkab Lumajang dan Masyarakat Tangani Anak Putus Sekolah dan Perkawinan Dini
Pemkot Surabaya dan KI Jatim Gelar RTKD 2025 Perkuat Smart City dan Kesejahteraan Rakyat
Pemkot Surabaya Kembangkan Inovasi Fast Track Chest Pain untuk Tingkatkan Penanganan Cepat Pasien Jantung Koroner
Pemkot Surabaya Tunda Pembangunan RS Selatan, Fokus Prioritas Jalan dan Infrastruktur 2026
Pemkot Surabaya Maksimalkan Normalisasi Saluran dan Kesiapan Infrastruktur Hadapi Musim Hujan