WartaJatim.CO.ID – Krisis bahan bakar minyak (BBM) melanda Kabupaten Jember, Jawa Timur, sejak akhir Juli 2025 dan menyebabkan kepanikan warga di berbagai wilayah.
Kondisi ini terjadi akibat distribusi BBM dari Terminal Banyuwangi ke Jember terhambat menyusul penutupan jalur nasional di kawasan Gunung Gumitir.
Penutupan jalur tersebut membuat mobil tangki pengangkut BBM tidak dapat kembali mengisi ulang dari terminal, sehingga berdampak pada ketersediaan pasokan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Antrean panjang kendaraan pun tak terelakkan di berbagai SPBU, seperti di Jalan Ahmad Yani, Gajah Mada, hingga wilayah Puger, Silo, dan Ambulu.
Sebagian warga bahkan rela antre selama lebih dari satu jam demi mendapatkan BBM, sementara sebagian lainnya harus membeli di pengecer dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga normal.
Harga eceran Pertalite di pasaran mencapai Rp15.000 hingga Rp20.000 per liter, jauh di atas harga subsidi yang seharusnya berlaku di SPBU.
Menanggapi situasi tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait turun langsung memantau kondisi di lapangan dan segera berkoordinasi dengan pihak Pertamina.
Pemerintah Kabupaten Jember mengambil langkah cepat dengan mengalihkan jalur distribusi BBM dari Terminal Banyuwangi ke Terminal Malang dan Surabaya.
Fawait juga membentuk tim pemantau dari Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) guna memastikan distribusi berjalan dengan adil serta untuk mencegah terjadinya penimbunan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Baca Juga: Pemkot dan PKK Surabaya Serukan Tolak Perkawinan Anak dan Kekerasan di CFD Taman Bungkul
“Saya ingin ada transparansi dalam pendistribusian BBM, agar masyarakat tidak panik dan semua pihak bisa mengawasi,” ujar Bupati Jember Muhammad Fawait.
Dalam keterangannya kepada media, Fawait menilai bahwa krisis ini bukan disebabkan oleh kekurangan pasokan, melainkan oleh kendala teknis dalam sistem distribusi BBM.
Artikel Terkait
Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman Wafi Serahkan Bantuan Jerigen BBM Bersubsidi dan Kartu Jaminan Sosial untuk Nelayan Pesisir
Bupati Ipuk Minta Jalur Gumitir Banyuwangi-Jember Tak Ditutup Total Selama Proyek
Penutupan Jalur Gumitir Banyuwangi-Jember Dua Bulan, Dishub Koordinasi Tambah Titik Berhenti Kereta dan Rute Bus
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Minta Jalur Gumitir Tidak Ditutup Total untuk Atasi Kemacetan Pelabuhan Ketapang
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Tingkatkan Jadwal Kereta dan Penerbangan Hadapi Penutupan Jalur Gumitir Selama Dua Bulan