Sementara itu, para santri berharap Atalia dapat memberikan klarifikasi atau permintaan maaf secara terbuka agar polemik tidak semakin melebar.
Bagi mereka, aksi ini bukan semata-mata bentuk kemarahan, melainkan cara untuk menjaga marwah pesantren sebagai lembaga pendidikan yang telah berperan besar dalam membangun karakter bangsa.
Baca Juga: Polemik Dana APBN Ponpes Al Khoziny, Menkeu: Saya Baru Baca di Media, Belum Ada Proposal
Koordinator aksi Riki menegaskan, pihaknya tidak berniat melakukan provokasi. “Kami hanya ingin agar pesantren diperlakukan dengan adil dan dihargai sebagaimana mestinya. Negara tidak boleh abai terhadap peran lembaga keagamaan,” ujarnya menutup pernyataan.
(CN)
Artikel Terkait
Tragedi Ponpes Al Khoziny: 65 Korban Tewas, 17 Teridentifikasi — Polisi Tunggu BNPB Sebelum Tindak Hukum
9 Hari Evakuasi Ponpes Al Khoziny: 67 Santri Tewas, Polda Jatim Siapkan Langkah Hukum
AHY dan Menag Gerak Cepat Usai Musala Ponpes Al Khoziny Ambruk, Ungkap Fakta Izin Bangunan Miris
Kisah Nyata di Balik Tragedi Ponpes Al Khoziny: Salat di Bawah Puing hingga Sadar Setelah Tiga Hari
Setelah Musala Ambruk, Pemerintah Siapkan Dana APBN untuk Bangun Ulang Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo
Runtuhnya Ponpes Al-Khoziny: Pemerintah Siap Bangun Ulang Pakai Dana APBN, DPR Minta Kajian Ulang