nasional

Dikecam Santri, Atalia Praratya Dituding Tak Peka soal Penggunaan APBN untuk Bangun Pesantren Al Khoziny

Jumat, 17 Oktober 2025 | 14:34 WIB
Menyoroti aksi santri geruduk kediaman anggota DPR, Atalia Praratya terkait polemik usulan anggaran pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny. ((Instagram.com/@ataliapr))

 

WartaJatim.CO.ID - Suasana di kawasan Ciumbuleuit, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (14/10) siang berubah ramai. Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Santri Nusantara Bandung Raya menggelar aksi damai di depan rumah anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya.

Mereka menuntut agar istri mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil itu dicopot dari jabatannya karena dianggap mengeluarkan pernyataan yang tidak sensitif terhadap komunitas santri.

Aksi yang berlangsung di bawah pengawasan ketat aparat kepolisian itu diwarnai dengan pembentangan spanduk dan poster bertuliskan kecaman terhadap pernyataan Atalia.

Massa menilai, ucapan Atalia mengenai penggunaan APBN untuk pembangunan kembali Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, mencederai empati publik, terutama di kalangan santri yang tengah berduka.

Baca Juga: Cak Imin dan Menteri PU Kompak Dukung Renovasi Ponpes Al Khoziny dengan APBN, DPR dan MPR Bereaksi Keras

Dalam orasinya, salah satu perwakilan massa menegaskan bahwa pernyataan Atalia seolah merendahkan kontribusi pesantren terhadap bangsa.

“Kami menyampaikan duka mendalam atas musibah di Pondok Pesantren Al Khoziny yang menelan korban jiwa para santri. Namun kami juga menyesalkan pernyataan Ibu Atalia yang menyoroti rencana penggunaan APBN untuk membangun kembali pesantren tersebut,” ujar salah satu orator di hadapan rumah keluarga Ridwan Kamil.

Para peserta aksi menilai bahwa negara memiliki kewajiban moral dan konstitusional untuk membiayai pendidikan agama, termasuk pesantren. Mereka menganggap, penggunaan APBN untuk membantu pesantren yang terdampak bencana bukanlah bentuk hadiah, melainkan tanggung jawab negara terhadap warga negaranya.

Baca Juga: Penyidikan Kasus Ponpes Al Khoziny Dimulai, Polda Jatim Siapkan Ahli Konstruksi Ungkap Penyebab Ambruk

“Penggunaan APBN bukanlah hadiah, tetapi tanggung jawab negara terhadap warga yang menjadi korban bencana,” tegas sang orator.

Solidaritas Santri untuk Al Khoziny

Koordinator aksi, Riki Ramdan Fadila, menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk solidaritas dan keprihatinan terhadap cara pandang yang dianggap merugikan dunia pesantren.

Ia menilai pernyataan Atalia telah membentuk opini publik yang keliru dan berpotensi menstigma lembaga keagamaan sebagai institusi yang tidak transparan.

Halaman:

Tags

Terkini