• Sabtu, 18 April 2026

Banyuwangi Jadi Percontohan Nasional Digitalisasi Bantuan Sosial, Warga Antusias Sambut Sistem Pendaftaran Baru

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Jumat, 19 September 2025 | 15:05 WIB
Banyuwangi Jadi Pilot Project Nasional Digitalisasi Bansos, Warga Antusias Sambut Sistem Baru (Foto: banyuwangikab.go.id)
Banyuwangi Jadi Pilot Project Nasional Digitalisasi Bansos, Warga Antusias Sambut Sistem Baru (Foto: banyuwangikab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Kabupaten Banyuwangi resmi ditunjuk pemerintah pusat sebagai daerah percontohan nasional untuk penerapan digitalisasi bantuan sosial.

Penunjukan ini merupakan tindak lanjut mandat Presiden Prabowo agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran sekaligus memudahkan proses pendaftaran bagi masyarakat.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Banyuwangi, Uji coba program digitalisasi bansos telah dimulai pada Kamis (18/9/2025) di dua lokasi, yaitu Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, dan Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi.

Baca Juga: Tunjangan DPRD Bali Sentuh Rp54 Juta per Bulan, Wagub Giri Prasta Janji Evaluasi Agar Sesuai Fiskal Daerah

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Kepala Desa Kemiren, M Arifin, menjelaskan bahwa warga terlihat antusias mengikuti pendaftaran melalui metode yang tersedia.

Desa Kemiren memiliki 1.147 kepala keluarga, di mana sekitar 400 kepala keluarga telah menjadi penerima bansos.

Baca Juga: Menteri ATR Didesak DPR Naikkan Pajak 60 Keluarga Kaya Penguasa Tanah Bersertifikat di RI

"Dengan adanya sistem digitalisasi bansos, siapapun warga yang merasa membutuhkan, bisa mendaftarkan diri. Semoga dengan program ini, mereka yang benar-benar membutuhkan dan selama ini belum mendapatkan bantuan, bisa mendapatkan," kata Arifin.

Kepala Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Joko Mukhlis, menilai sistem baru ini akan meringankan beban kerja desa dan sekaligus memudahkan masyarakat yang berhak.

“Dengan program ini, akan lebih tepat sasaran dan lebih fleksibel. Karena selama ini ada warga yang sudah tidak kami ajukan dari daftar penerima, tapi tetap saja dapat bantuan. Saya optimis dengan program ini, mereka yang telah meningkat taraf hidupnya pasti akan tercoret dari daftar,” ujarnya.

Baca Juga: PHK Massal Gudang Garam Ramai di Medsos, Menko Airlangga: Pemerintah Masih Terus Memantau

Dukungan juga datang dari Ketua Badan Musyawarah Keagamaan (Bamag) Banyuwangi, Pendeta Anang. Ia menilai digitalisasi pendaftaran bansos menjadi langkah positif untuk memperbaiki pendataan.

“Kami sangat mengapresiasi karena dengan digitalisasi ini akan menghindari penyimpangan dan kesalahan pendataan. Semoga bisa segera membenahi sehingga penyalurannya tidak meleset,” ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: banyuwangikab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X